-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pemerintah Salurkan Bansos Tahap II Rp. 136,9 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Kamis, 19 Maret 2026 | Maret 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-19T12:45:48Z
Mendagri Tito Karnavian menyalami warga saat berkunjung ke Aceh.

Aceh, MP----- Pemerintah pusat kembali mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana di Pulau Sumatera dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap II senilai Rp. 136,9 miliar. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, bersama Menteri Sosial.

Bantuan ini menyasar masyarakat terdampak di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang masih berlangsung.

Dalam keterangannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memastikan masyarakat terdampak segera bangkit, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.

“Bantuan tahap II ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana. Tidak hanya untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk mendorong kembali aktivitas ekonomi warga,” tegas Tito, Senin (16/3).

Adapun rincian bantuan yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia tersebut meliputi Bantuan Isian Hunian (BIH) sebesar Rp. 31,47 miliar, Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Rp. 52,45 miliar, serta Jaminan Hidup (Jadup) Rp. 52,98 miliar.

Tito menjelaskan, bantuan ini tidak hanya difokuskan pada penanganan darurat, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemulihan jangka menengah dan panjang, khususnya dalam menggerakkan kembali perekonomian masyarakat yang terdampak.

“Pasca bencana, pertumbuhan ekonomi di sejumlah daerah, khususnya di Aceh, belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, intervensi pemerintah melalui bansos menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat recovery,” ujarnya.

Selain bansos, pemerintah juga telah menggelontorkan berbagai bentuk dukungan lain, termasuk bantuan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat.

Tak hanya itu, pemerintah pusat turut menambah alokasi Transfer ke Daerah (TKD) bagi seluruh wilayah terdampak di tiga provinsi dengan total mencapai Rp. 10,6 triliun.

“Pemerintah akan terus hadir dan bekerja keras memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat kembali hidup normal dan lebih tangguh menghadapi bencana ke depan,” tutup Tito.

(AC/red)

×
Berita Terbaru Update