![]() |
| Presiden Prabowo Subianto menyalami para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam saat silaturahmi di Istana Negara dalam suasana hangat dan penuh keakraban. |
Jakarta, MP----- Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Negara. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai berbagai dinamika geopolitik yang tengah berkembang di tingkat global.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa setiap kebijakan strategis yang diambil pemerintah selalu berangkat dari prinsip utama, yakni mengutamakan kepentingan rakyat serta masa depan bangsa Indonesia.
“Setiap keputusan besar yang diambil pemerintah selalu berangkat dari satu prinsip utama, yaitu memprioritaskan kepentingan rakyat serta masa depan bangsa Indonesia,” ujar Presiden.
Selain membahas kondisi global, Prabowo juga menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia. Menurutnya, Indonesia akan terus mendorong peran strategis sebagai jembatan bagi negara - negara sahabat dalam meredakan ketegangan internasional.
Ia menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia harus mampu memperkuat kerja sama global sekaligus berkontribusi pada upaya mewujudkan perdamaian dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap kondisi Indonesia yang tetap aman dan tenteram di tengah berbagai tantangan global. Kebersamaan dengan para kiai dan tokoh masyarakat, menurutnya, semakin memperkuat keyakinan bahwa stabilitas nasional dapat terus terjaga.
“Saya semakin optimis melihat Indonesia yang tetap aman dan tenteram. Kita akan terus menjaga kondisi ini agar masyarakat dapat beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari - hari dengan rasa nyaman,” kata Prabowo.
Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat komunikasi antara pemerintah dengan para tokoh agama dan masyarakat, guna memperkuat persatuan serta menjaga kondusivitas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.
(Red/Jkt)
