Jakarta, MP----- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menghadiri rapat koordinasi terbatas yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (13/3). Rapat tersebut membahas pengaturan ketentuan ekspor dan impor berbagai komoditas strategis nasional, mulai dari produk pangan, energi, hingga sumber daya mineral.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menekankan pentingnya penguatan kebijakan perdagangan luar negeri guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas pengaturan pelarangan sementara importasi produk barang hidup dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebagai bagian dari langkah pengawasan dan perlindungan terhadap sektor strategis nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengikuti dan menjalankan setiap ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dalam kebijakan tersebut.
“Kementerian Kelautan dan Perikanan tentunya akan mengikuti berbagai ketentuan yang ditetapkan pemerintah, sekaligus memastikan kebijakan yang diambil tetap menjaga keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan serta melindungi kepentingan nasional,” ujar Trenggono.
Menurutnya, koordinasi lintas kementerian ini sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diambil tidak hanya menjaga stabilitas perdagangan, tetapi juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.
Ia berharap berbagai langkah strategis yang dirumuskan pemerintah melalui rapat koordinasi tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
“Semoga berbagai langkah kebijakan ini dapat memperkuat ketahanan pangan, energi, dan ekonomi nasional, sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat,” tambahnya.
Melalui sinergi antar kementerian dan lembaga, pemerintah optimistis kebijakan pengaturan ekspor dan impor komoditas strategis dapat berjalan efektif serta memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
(Red/Jkt)

