-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Tiga Eks OPM Kembali ke NKRI, Cium Merah Putih di Sinak

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-30T01:22:39Z
Tiga eks anggota OPM mencium bendera Merah Putih usai mengucap ikrar setia di Distrik Sinak.

Papua Tengah, MP----- Momen haru menyelimuti prosesi ikrar setia tiga eks anggota kelompok TPNPB-OPM yang resmi kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan yang digelar di SD Inpres 1 Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Sabtu (28/3/2026), menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menciptakan stabilitas keamanan dan perdamaian di Papua.

Prosesi penandatanganan ikrar setia kepada NKRI berlangsung khidmat di SD Inpres 1 Sinak.

Ketiga eks anggota tersebut, Nikanus Murib, Arendis Murib, dan Ois Tabuni, sebelumnya tergabung dalam kelompok Kalenak Murib. Mereka diketahui pernah terlibat dalam aksi gangguan tembakan saat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025.

Prosesi ikrar berlangsung khidmat dan penuh makna. Diawali dengan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan, serta pemberian baju batik sebagai simbol kembalinya mereka ke pangkuan NKRI. Suasana semakin emosional saat ketiganya menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengucapkan dan menandatangani ikrar setia, hingga mencium bendera Merah Putih sebagai bentuk komitmen dan kecintaan terhadap tanah air.

Dalam pernyataannya, ketiganya berjanji untuk setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta berkomitmen menjalani kehidupan baru yang lebih baik. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui pendidikan, berkebun, dan mendukung pembangunan di Distrik Sinak.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa momen ini menjadi titik awal perubahan yang signifikan.

“Ini adalah langkah awal yang penting bagi mereka untuk kembali ke kehidupan masyarakat dan tidak lagi terlibat dalam kelompok separatis,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat Distrik Sinak, Nopinus Kagoya. Ia mengapresiasi upaya TNI dan aparat keamanan dalam melakukan pendekatan persuasif dan pembinaan. Menurutnya, keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi anggota lainnya untuk kembali dan bersama-sama membangun Papua yang damai.

Peristiwa ini menjadi sinyal positif bahwa pendekatan humanis dan dialogis terus membuka ruang rekonsiliasi di wilayah Papua, sekaligus memperkuat harapan akan terciptanya keamanan yang berkelanjutan.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update