-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

B2G Jadi Senjata Baru, Sumbar Bidik Pasar Pangan Jakarta

Sabtu, 18 April 2026 | April 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-18T01:56:49Z
Wagub Sumbar Vasko Ruseimy menyampaikan dorongan penguatan kerja sama B2G sektor pangan di Padang.

Padang, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai mendorong strategi baru dalam memperluas pasar komoditas unggulan daerah. Skema kerja sama Business to Government (B2G) dinilai sebagai langkah konkret untuk menghubungkan produksi petani langsung ke pasar besar seperti DKI Jakarta.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, menegaskan bahwa pola yang telah dijalankan Pemerintah Kota Pariaman bersama PT Food Station Tjipinang Jaya menjadi contoh nyata yang layak direplikasi oleh daerah lain.

“Pariaman sudah melangkah lebih jauh. Kerja sama tidak lagi sebatas antar pemerintah daerah, tapi langsung dengan perusahaan daerah di ibu kota. Ini langkah strategis yang harus diikuti,” tegas Vasko di Padang, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, mayoritas daerah di Sumbar memiliki kekuatan di sektor pangan, mulai dari beras, perikanan hingga hortikultura. Namun selama ini, akses pasar masih menjadi kendala utama yang membuat potensi tersebut belum optimal.

Vasko melihat, kerja sama B2G mampu menjawab persoalan klasik tersebut. Dengan menghubungkan produsen langsung ke pasar besar, rantai distribusi bisa dipangkas dan harga jual menjadi lebih kompetitif.

“Sumbar kuat di produksi, sementara daerah lain kuat di fiskal tapi lemah di lahan. Ini peluang besar. Tinggal bagaimana kita mengikatnya dalam kerja sama yang konkret dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada pembangunan sistem distribusi antar daerah yang efisien. Tanpa itu, surplus produksi di daerah tidak akan terserap maksimal oleh pasar.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengakui ketergantungan ibu kota terhadap pasokan pangan dari daerah penghasil.

“Kebutuhan beras Jakarta mencapai sekitar 80 ribu ton per bulan. Belum termasuk ikan, daging, dan komoditas lainnya. Kami punya kapasitas fiskal, tapi tidak punya lahan. Pasokan dari daerah seperti Sumbar sangat vital,” ungkapnya dalam kesempatan penandatanganan kerja sama sebelumnya.

Kerja sama antara daerah produsen dan pasar konsumsi besar seperti Jakarta dinilai bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi ketahanan pangan nasional. Di sisi lain, pola ini membuka ruang bagi petani dan pelaku usaha di Sumbar untuk mendapatkan kepastian pasar sekaligus peningkatan pendapatan.

Dengan dorongan kuat dari pemerintah provinsi, model B2G kini diposisikan sebagai strategi kunci: bukan sekadar kerja sama dagang, tetapi upaya sistematis membangun ekosistem pangan yang saling menguntungkan antar daerah.

(Red/tim-VR)

×
Berita Terbaru Update