![]() |
| Maruarar Sirait berdialog dengan warga korban banjir bandang. |
Sitaro, MP----- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung permukiman warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Jumat (10/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan rumah warga yang rusak akibat bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dalam keterangannya, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa kehadirannya merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
“Kehadiran saya dalam kunjungan ini merupakan arahan langsung dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan rumah rusak akibat bencana,” ujar Maruarar.
Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada pemulihan pascabencana, tetapi juga menjalankan program penanganan rumah tidak layak huni, khususnya di wilayah perbatasan.
Diketahui, Kabupaten Sitaro merupakan daerah strategis karena berada di wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina. Oleh karena itu, pemerintah menaruh perhatian khusus dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.
“Kementerian PKP memiliki program penanganan rumah tidak layak huni di wilayah perbatasan. Kabupaten Sitaro menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut sebagai respons atas dampak banjir yang dialami masyarakat,” jelasnya.
Selain faktor bencana, kondisi sosial ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian, mengingat angka kemiskinan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.
Maruarar menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat wilayah perbatasan, tidak hanya dari sisi kesejahteraan, tetapi juga aspek pertahanan dan semangat nasionalisme.
Pemerintah berharap, melalui intervensi program tersebut, masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan hunian yang layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup di kawasan perbatasan.
(Red/Su)
