-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pahlawan Perdamaian Dimakamkan, Negara Beri Penghormatan Tertinggi

Senin, 06 April 2026 | April 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-06T01:08:33Z
Panglima TNI memimpin langsung upacara militer pemakaman sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum.

Bandung, MP----- Suasana duka menyelimuti upacara militer pemakaman Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, S.T.Han., di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (5/4/2026). Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum sebagai prajurit perdamaian yang gugur dalam tugas negara di Lebanon.

Pangkorpasgat bersama pejabat tinggi negara memberikan penghormatan terakhir di lokasi pemakaman.

Suasana haru menyelimuti prosesi penurunan jenazah di TMP Cikutra, diiringi tembakan salvo.


Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Agus Subiyanto selaku Inspektur Upacara. Hadir pula Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Pangkorpasgat) Deny Muis, bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan militer lainnya.


Prosesi berlangsung penuh haru saat jenazah almarhum perlahan diturunkan ke liang lahat, diiringi tembakan salvo sebagai penghormatan militer terakhir. Tangis keluarga dan rekan sejawat tak terbendung, menandai kehilangan sosok prajurit terbaik dari Korps Baret Merah.

Dalam amanat Apel Persada, Panglima TNI menyampaikan penghormatan tertinggi atas dharma bakti almarhum. Ia menegaskan bahwa pengorbanan Mayor Zulmi merupakan wujud nyata dedikasi prajurit TNI dalam menjaga perdamaian dunia.

“Atas nama negara, bangsa, dan TNI, kami mempersembahkan ke persada ibu pertiwi jiwa raga dan jasa - jasa almarhum. Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya menjadi suri teladan bagi kita semua,” ujar Panglima TNI.

Upacara militer ini menjadi penutup rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum, sekaligus simbol penghargaan negara atas pengabdian tanpa pamrih dalam menjalankan tugas internasional.

Turut hadir dalam prosesi tersebut sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Djamari Chaniago dan Sjafrie Sjamsoeddin. Kehadiran mereka mempertegas komitmen negara dalam menghormati setiap prajurit yang gugur dalam tugas.

Kepergian Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan institusi TNI, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update