![]() |
| Arry Yuswandi meninjau langsung fasilitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Mentawai. |
Mentawai, MP----- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat (Sekdaprov Sumbar), Arry Yuswandi, menegaskan bahwa persoalan pendidikan di wilayah Kepulauan Mentawai masih didominasi isu mendasar, yakni keterbatasan akses dan kualitas. Kondisi geografis yang menantang dinilai menjadi faktor utama yang memengaruhi rendahnya jangkauan layanan pendidikan di daerah tersebut.
“Kalau kita bicara akses, maka salah satu solusi kuncinya adalah penyediaan asrama. Tanpa asrama, anak - anak kita akan kesulitan menjangkau sekolah. Jadi ini bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan,” ujar Arry saat berdialog dengan jajaran SMK Negeri 1 Kepulauan Mentawai, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, keterbatasan akses berdampak langsung pada jumlah peserta didik, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Saat ini, rata - rata jumlah siswa SMK di Kepulauan Mentawai hanya berkisar 40 hingga 50 orang per angkatan.
“Ini menunjukkan belum optimalnya minat dan akses pendidikan vokasi di sini. Inilah yang perlu kita bersama carikan solusinya,” tegasnya.
Tak hanya soal kuantitas, Arry juga menyoroti kualitas lulusan SMK yang dinilai masih belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Ia menilai masih terdapat kesenjangan kompetensi, terutama dalam aspek praktik kerja.
“SMK seharusnya mencetak lulusan siap kerja. Tapi faktanya, masih ada yang belum siap secara praktik. Ini yang harus kita benahi bersama, baik dari sisi pembelajaran, peralatan, maupun keterkaitan dengan industri,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemprov Sumbar mendorong penguatan konsep link and match antara SMK dengan dunia usaha, termasuk membuka peluang kerja lebih luas hingga ke luar negeri. Penguasaan keterampilan, sertifikasi, serta kemampuan bahasa asing dinilai menjadi kunci meningkatkan daya saing lulusan.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sumbar memberikan dukungan awal berupa satu unit mobil operasional untuk praktik otomotif dan satu unit mesin cuci guna menunjang pembelajaran jurusan perhotelan di SMK Negeri 1 Kepulauan Mentawai.
Selain itu, pemerintah provinsi juga memfasilitasi penyediaan listrik untuk gedung yang akan difungsikan sebagai asrama siswa, serta menjembatani kerja sama penyaluran siswa magang ke sektor perhotelan di Kota Padang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jop, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat dukungan terhadap pengembangan SMK, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar siswa seperti akomodasi dan akses jalan.
“Asrama menjadi penunjang utama keberlangsungan pendidikan mereka. Ini harus menjadi perhatian bersama, dan kita akan tindak lanjuti dalam perencanaan ke depan,” ujarnya.
Diketahui, SMK Negeri 1 Kepulauan Mentawai saat ini memiliki empat program keahlian strategis, yakni otomotif, agribisnis, perikanan, dan perhotelan. Namun, berbagai keterbatasan masih dihadapi, mulai dari sarana prasarana, jumlah siswa, hingga dukungan pembiayaan, yang menjadi tantangan bersama untuk segera diatasi.
(MT/red)
