-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Silaturahmi Perantau Tanah Datar di Bungo, Perkuat Ikatan Ranah–Rantau

Selasa, 21 April 2026 | April 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T00:29:01Z
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi IKTD di Rumah Dinas Bupati Bungo.

Bungo, MP----- Nuansa kekeluargaan terasa kental dalam pertemuan Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Bungo yang digelar di Komplek Rumah Dinas Bupati Bungo, Senin (20/4/2026). Momentum ini menjadi ajang mempererat hubungan emosional antara perantau dengan kampung halaman sekaligus memperkuat sinergi antar daerah.

Bupati Bungo Dedy Putra memberikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen daerah yang inklusif.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, hadir bersama Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra dan jajaran OPD, disambut langsung Bupati Bungo H. Dedy Putra beserta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Kehadiran dua kepala daerah ini menegaskan eratnya hubungan historis dan sosial antara masyarakat Tanah Datar dengan Kabupaten Bungo.

Suasana penuh keakraban antara perantau Tanah Datar dan jajaran Pemkab Bungo dalam kegiatan IKTD.

Dalam sambutannya, Eka Putra menegaskan bahwa hubungan antara kedua daerah tidak sekadar administratif, tetapi telah terjalin lama melalui ikatan batin masyarakat perantau. Ia menyebut banyak warga Tanah Datar yang telah lama menetap dan berkontribusi di Bungo lintas generasi.

“Kehadiran kami bukan hanya untuk bersilaturahmi, tapi juga memperkuat ikatan yang sudah lama terjalin. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bungo yang telah menerima dan membina warga kami dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya di perantauan tanpa mengabaikan kearifan lokal daerah tempat tinggal. Menurutnya, nilai adat dan budaya harus tetap menjadi pegangan hidup masyarakat Minangkabau, di mana pun berada.

Sementara itu, Ketua IKTD Kabupaten Bungo, Hardius, menyebut kegiatan ini sebagai wadah menyatukan semangat kebersamaan antar perantau Tanah Datar. Saat ini, tercatat lebih dari 800 kepala keluarga asal Tanah Datar bermukim di Bungo dengan beragam profesi.

Di sisi lain, Bupati Bungo Dedy Putra menegaskan komitmen daerahnya sebagai wilayah yang terbuka dan inklusif bagi semua suku. Ia menyebut keberagaman sebagai kekuatan dalam mendorong pembangunan daerah.

“Bungo adalah rumah bersama. Siapapun boleh tinggal dan berkembang di sini, selama ikut menjaga keamanan dan berkontribusi untuk kemajuan daerah,” tegasnya.

Dedy juga membuka peluang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berusaha di Bungo, dengan komitmen kemudahan perizinan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertemuan ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol kuatnya kolaborasi lintas daerah serta peran strategis perantau dalam membangun daerah, baik di ranah maupun di rantau.

(Bts/red)

×
Berita Terbaru Update