-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TNI Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T11:32:40Z
Suasana penanganan darurat oleh TNI di sekitar GOR KONI Sario, Manado.

Manado, MP----- Respons cepat ditunjukkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026). Prajurit dari Kodam XIII/Merdeka langsung diterjunkan ke sejumlah wilayah terdampak untuk membantu penanganan darurat bersama pemerintah daerah.

Prajurit TNI membantu membersihkan puing bangunan pascagempa di Manado.

Personel Korem 131/Santiago difokuskan di titik - titik terdampak parah, khususnya di Kota Manado dan Kota Bitung. Mereka terlibat dalam berbagai upaya penanganan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing bangunan, hingga memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak.

Di Kota Manado, proses evakuasi dan pembersihan material bangunan terus dilakukan, termasuk di kawasan sekitar Gedung GOR KONI Sario yang mengalami kerusakan. Sementara di Kota Bitung, personel Kodim 1310/Bitung bersama Yonif TP 916/BS bahu - membahu membantu percepatan penanganan dampak gempa.

Tak hanya itu, di wilayah Minahasa, prajurit Kodim 1302/Minahasa juga aktif membantu warga sekaligus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi potensi gempa susulan.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan, kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen TNI dalam membantu rakyat di saat krisis.

“Kami telah mengerahkan personel di seluruh wilayah terdampak untuk mempercepat penanganan pasca gempa. Mulai dari evakuasi korban, pembersihan lokasi, hingga pendataan kerusakan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hingga saat ini, kondisi di sejumlah wilayah terdampak dilaporkan mulai berangsur kondusif. Aktivitas masyarakat perlahan kembali berjalan normal, meskipun aparat TNI bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan serta penanganan lanjutan di lapangan.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update