-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Vasko Genjot Investasi Padat Karya, Sumbar Bidik Lompatan Ekonomi 2027

Kamis, 09 April 2026 | April 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-09T00:31:55Z
Vasko Ruseimy menegaskan pentingnya investasi padat karya untuk mendorong ekonomi masyarakat.

Padang, MP----- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, menggarisbawahi arah baru pembangunan ekonomi daerah yang menempatkan investasi sebagai motor utama pertumbuhan yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikannya dalam Musrenbang RKPD Sumbar 2027 di Auditorium Gubernuran, Rabu (8/4/2026).

Menurut Vasko, investasi yang masuk ke Sumbar tidak boleh sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus mampu membuka lapangan kerja luas serta memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

“Yang kita kejar bukan hanya angka investasi, tetapi manfaat nyata bagi rakyat. Setiap proyek harus menciptakan efek berganda, terutama dalam penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Ia memaparkan, arah investasi Sumbar ke depan ditopang oleh empat strategi utama. Pertama, penguatan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur strategis seperti Tol Padang - Pekanbaru, Fly Over Sitinjau Lauik, serta peningkatan jalur Bukittinggi - Payakumbuh yang menjadi urat nadi perdagangan.

Kedua, pengembangan sektor maritim dengan memaksimalkan peran Pelabuhan Teluk Tapang sebagai pusat distribusi komoditas unggulan daerah. Ketiga, akselerasi energi terbarukan berbasis potensi panas bumi yang tersebar di sejumlah wilayah. Keempat, penguatan sektor pariwisata berkelanjutan, termasuk Kawasan Mandeh dan Kepulauan Mentawai.

Vasko menekankan, sejumlah proyek prioritas kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, di antaranya pengembangan geothermal berkapasitas hingga 165 MWe dan pembangunan tol sepanjang 255 kilometer yang menghubungkan Sumbar dengan Riau.

Selain itu, proyek Fly Over Sitinjau Lauik yang dirancang melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diyakini menjadi solusi konkret dalam mengurangi biaya logistik sekaligus meningkatkan keselamatan di jalur ekstrem tersebut.

Lebih jauh, Vasko mengingatkan pentingnya kepastian bagi investor sebagai faktor kunci keberhasilan investasi. Ia menilai peran kepala daerah sangat strategis dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Investor butuh kepastian, bukan hanya peluang. Kepala daerah harus hadir sebagai problem solver, bukan sekadar regulator,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk lebih proaktif dalam menarik investasi, mulai dari kesiapan lahan hingga pendampingan berkelanjutan di lapangan.

Dalam upaya mempercepat proses investasi, Pemprov Sumbar terus melakukan pembenahan birokrasi melalui sistem perizinan digital berbasis OSS yang diharapkan mampu menciptakan layanan yang cepat, transparan, dan efisien.

Tahun 2027 disebut sebagai momentum penting bagi Sumbar untuk melakukan akselerasi investasi, dengan target capaian sebesar Rp13,3 triliun. Angka ini merupakan bagian dari tren peningkatan yang diproyeksikan mencapai Rp18,8 triliun pada 2030.

“Arah kita sudah jelas, mulai dari hilirisasi pertanian, penguatan pariwisata, energi terbarukan, hingga pengembangan UMKM dan industri lokal,” jelasnya.

Di tengah tantangan fiskal dan potensi risiko bencana, Vasko optimistis Sumbar mampu bertransformasi menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Kunci utamanya kolaborasi. Jika semua pihak bergerak bersama, maka kesejahteraan masyarakat bukan sekadar target, tetapi keniscayaan,” tutupnya.

(Red/sb)

×
Berita Terbaru Update