-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Cengkeh Solok Kembali Bergairah, Pemprov Sumbar Siapkan Infrastruktur dan Hilirisasi

Minggu, 31 Mei 2026 | Mei 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-31T01:43:14Z
Mahyeldi memetik cengkeh di sentra perkebunan Bukit Batu Agung sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan komoditas unggulan perkebunan rakyat.


Solok, MP----- Kebangkitan komoditas cengkeh di Sumatera Barat mulai terlihat. Di tengah meningkatnya hasil panen yang dirasakan petani, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya memperkuat kawasan sentra cengkeh melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan pengembangan industri hilir yang mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani.


Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri panen raya cengkeh di kawasan perkebunan seluas sekitar 400 hektare di Bukit Batu Agung, Jorong Subarang, Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sabtu (30/5/2026).


Menurut Mahyeldi, cengkeh masih menjadi salah satu komoditas perkebunan strategis yang memiliki prospek ekonomi besar dan berpotensi menjadi sumber kesejahteraan masyarakat pedesaan apabila dikelola secara berkelanjutan.


“Potensi tanaman cengkeh di Sumatera Barat masih sangat besar. Informasi dari kelompok tani menunjukkan hasil panen tahun ini meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Ini menjadi modal penting untuk terus mengembangkan sektor perkebunan rakyat,” kata Mahyeldi.


Ia menilai peningkatan produksi harus diimbangi dengan dukungan infrastruktur yang memadai agar produktivitas kebun dapat terus terjaga. Salah satu kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian pemerintah adalah penyediaan sumber air bagi kawasan perkebunan.


Menurutnya, kawasan Bukit Batu Agung memiliki potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan melalui pembangunan jaringan perpipaan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi sepanjang musim.


“Jika kebutuhan air tersedia dengan baik, tanaman akan tumbuh lebih optimal. Pemupukan juga bisa dilakukan secara lebih efektif sehingga produktivitas kebun meningkat dan kualitas hasil panen lebih terjaga,” ujarnya.


Selain sistem pengairan, Pemprov Sumbar juga akan mendukung pembangunan jalan usaha tani guna memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil panen. Akses yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam menekan biaya produksi sekaligus mempercepat arus pemasaran komoditas perkebunan.


“Pemerintah kabupaten akan membuka akses awal, kemudian pemerintah provinsi akan menindaklanjuti pembangunan jalan usaha tani. Infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perkebunan,” jelas Mahyeldi.


Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Mahyeldi juga mendorong petani mulai mengembangkan hilirisasi komoditas cengkeh. Selama ini, sebagian besar petani hanya memanfaatkan bunga cengkeh sebagai produk utama, sementara daun cengkeh yang berlimpah masih belum dimanfaatkan secara optimal.


Padahal, daun cengkeh dapat diolah menjadi minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang terus berkembang.


“Daun cengkeh memiliki potensi besar untuk diolah menjadi minyak atsiri. Ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi petani. Karena itu diperlukan dukungan perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pemerintah agar pengembangannya berjalan maksimal,” tuturnya.


Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap pengembangan sektor perkebunan di daerahnya. Kehadiran gubernur di tengah masyarakat, menurutnya, menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan ekonomi petani.


“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Dukungan terhadap pengembangan sentra cengkeh dan berbagai program pembangunan lainnya sangat berarti bagi masyarakat Kabupaten Solok,” ujarnya.


Di sisi lain, Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Afniwirman, menegaskan bahwa Kabupaten Solok masih menjadi salah satu sentra produksi cengkeh utama di Sumatera Barat.


Karena itu, pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas budidaya, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan pengolahan hasil panen agar nilai tambah komoditas cengkeh dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.


“Selain peningkatan produksi, kami juga fokus pada pengolahan hasil dan pemanfaatan daun cengkeh menjadi minyak atsiri. Hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas cengkeh Sumatera Barat,” kata Afniwirman.


Dengan dukungan infrastruktur, penguatan budidaya, serta pengembangan industri hilir, kawasan sentra cengkeh di Kabupaten Solok diharapkan kembali menjadi salah satu motor penggerak ekonomi perkebunan Sumatera Barat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan.

(Sb/Sl/red)

×
Berita Terbaru Update