-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Hilirisasi Jadi Jalan Kebangkitan, Presiden Prabowo : Saatnya Teknokrat Membela Rakyat

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-30T23:58:14Z
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap II.

Jakarta, MP----- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci utama kebangkitan ekonomi nasional. Hal itu disampaikannya saat agenda groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun.

Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa proyek-proyek strategis ini bukanlah hasil keputusan instan, melainkan buah dari gagasan panjang para pemimpin bangsa, teknokrat, dan ilmuwan selama puluhan tahun.

“Hilirisasi adalah jalan kebangkitan bangsa Indonesia. Hari ini kita menjadi saksi kebangkitan itu,” tegas Presiden.

Sebanyak 13 proyek yang diresmikan terdiri dari lima proyek sektor energi, lima proyek sektor mineral, dan tiga proyek sektor pertanian. Pemerintah menilai langkah ini sebagai strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.

Presiden Prabowo juga menyampaikan seruan kuat kepada kalangan intelektual dan profesional agar berperan aktif dalam pembangunan nasional.

“Saya imbau, saya gugah kalian, kerahkan hatimu, cintamu kepada bangsa dan rakyat. Berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan momentum saat ini sebagai titik krusial bagi masa depan Indonesia. Presiden meminta para teknokrat dan ilmuwan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga memiliki keberpihakan kepada rakyat.

“Sekarang adalah waktunya. Waktunya para teknokrat dan ilmuwan, jadilah teknokrat yang membela rakyat. Jadilah insinyur untuk bangsa dan rakyat. Jadilah profesor yang hati dan jiwanya merah putih,” lanjutnya.

Menurut Presiden, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, tantangan terbesar terletak pada kemampuan bangsa dalam mengelola dan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah tinggi.

“Kita tidak mau sekadar menjual bahan baku. Kita ingin mengolahnya di dalam negeri, supaya nilai tambahnya dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan proyek hilirisasi tersebut. Presiden menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya besar untuk mengembalikan hak rakyat atas keadilan ekonomi dan kesejahteraan.

“Ini adalah usaha besar bangsa kita untuk mengembalikan apa yang menjadi hak rakyat Indonesia, keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” tutup Presiden.

(Jkt/red)

×
Berita Terbaru Update