-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kapolda Sumbar Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan Inklusif di Tanah Datar

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-22T23:12:13Z
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta tegaskan komitmen mendukung penguatan fasilitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Tanah Datar.


Batusangkar, MP----- Di tengah tantangan pemerataan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, langkah nyata ditunjukkan Gatot Tri Suryanta bersama Eka Putra melalui penguatan fasilitas pendidikan inklusif di Yayasan Kemala Bhayangkari. Komitmen itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan asrama putra dan putri sekaligus peresmian Gedung Olahraga (GOR) SLB Kemala Bhayangkari di Nagari Lubuak Jantan, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Jumat (22/5/2026).

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta membubuhkan tanda tangan diresmikan nya GOR SLB Kemala Bhayangkari.


Momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan simbol keberpihakan terhadap pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang selama ini membutuhkan perhatian lebih besar dari seluruh elemen bangsa. Kehadiran fasilitas baru diyakini akan memperkuat kualitas layanan pendidikan, pembinaan karakter, hingga kenyamanan belajar para siswa SLB Kemala Bhayangkari.


Dalam sambutannya selaku Penasehat YKB Daerah Sumbar, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan di lingkungan SLB Kemala Bhayangkari akan terus berlanjut melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga dukungan sektor BUMN.


“Alhamdulillah pembangunan GOR telah selesai, dan hari ini dilaksanakan groundbreaking pembangunan asrama putra dan putri. Berbagai bantuan akan terus diupayakan demi kenyamanan proses belajar mengajar di lingkungan SLB YKB ini,” ujarnya.


Menurutnya, pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan dukungan sarana yang layak agar proses pembelajaran berjalan optimal. Karena itu, pembangunan asrama dinilai menjadi kebutuhan penting, terutama untuk menunjang mobilitas dan kenyamanan peserta didik yang berasal dari berbagai daerah.


Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang telah memberikan dukungan penuh melalui hibah tanah, sehingga pengembangan fasilitas sekolah dapat direalisasikan secara bertahap.


“Dengan penuh rasa bangga kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas hibah tanah dan dukungan berbagai pihak sehingga pembangunan ini dapat terlaksana,” ungkapnya.


Di hadapan para guru, siswa, pengurus Bhayangkari, dan unsur Forkopimda, Kapolda menaruh penghormatan khusus kepada tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membimbing anak-anak berkebutuhan khusus dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.


Ia menilai tugas para guru SLB bukan hanya mengajar, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan masa depan anak-anak yang membutuhkan pendekatan pendidikan berbeda dari sekolah umum.


“Terima kasih kepada kepala sekolah, komite, dan seluruh guru yang telah membantu putra-putri kita bisa bersekolah di sini. Tugas ini tidak mudah, harus penuh kesabaran, tidak boleh emosi, dan tidak boleh menggunakan kekerasan. Semoga SLB YKB ini menjadi inspirasi bagi SLB lainnya,” tegasnya.


Sementara itu, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyebut perhatian yang diberikan Polda Sumbar terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan inklusif, merupakan bentuk kepedulian sosial yang patut diapresiasi.


Ia menilai pembangunan fasilitas pendidikan seperti GOR dan asrama akan memberi dampak besar terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta pengembangan potensi siswa di SLB Kemala Bhayangkari.


“Kami sangat mengapresiasi dan merasa bangga atas pembangunan yang dilaksanakan. Diawali dengan pembangunan GOR dan hari ini dilanjutkan dengan pembangunan asrama di SLB YKB ini. Perhatian yang berkesinambungan seperti ini sangat penting untuk mendukung kemajuan proses belajar mengajar,” ujarnya.


Lebih jauh, Eka Putra menegaskan bahwa kehadiran Kapolda Sumbar beserta jajaran Bhayangkari di tengah para siswa dan guru memberikan suntikan motivasi moral yang sangat berarti.


Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk menciptakan ruang belajar yang inklusif, aman, dan manusiawi.


“Kehadiran Bapak Kapolda dan pengurus Bhayangkari tentu menambah semangat bagi guru dan murid di sini. Perhatian beliau terhadap Kabupaten Tanah Datar sangat luar biasa, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga pembangunan secara umum,” katanya.


Pembangunan asrama dan peresmian GOR tersebut menjadi penanda bahwa pendidikan inklusif mulai mendapat ruang perhatian yang lebih kuat di Sumatera Barat. Di tengah keterbatasan yang masih dihadapi banyak SLB di berbagai daerah, langkah kolaboratif antara kepolisian, pemerintah daerah, dan yayasan pendidikan dinilai menjadi contoh konkret bagaimana negara hadir untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak tanpa diskriminasi.

(Bts/red)

×
Berita Terbaru Update