![]() |
| Menteri PU Dody Hanggodo memastikan pembangunan infrastruktur sumber daya air di Rote Ndao berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani. |
Rote Ndao, MP----- Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, saat meninjau langsung salah satu lokasi penerima manfaat program JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (30/5).
Dalam kunjungannya, Menteri Dody menekankan bahwa pembangunan jaringan irigasi air tanah bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
“Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU untuk memastikan setiap tetes air dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan air yang berkelanjutan akan menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan,” ujar Dody.
Menurutnya, keberadaan JIAT sangat strategis bagi daerah-daerah yang memiliki keterbatasan sumber air permukaan, terutama di kawasan kepulauan dan wilayah dengan curah hujan yang tidak merata seperti Rote Ndao. Dengan pemanfaatan air tanah yang terkelola secara baik, petani memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan intensitas tanam dan hasil produksi pertanian sepanjang tahun.
Program pengembangan JIAT di Rote Ndao juga merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Kementerian PU berperan mendukung agenda tersebut melalui penyediaan infrastruktur dasar yang mampu menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian.
Dody menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus diperluas, terutama di wilayah 3T yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan akses layanan dasar. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pertanian.
“Melalui pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, kami ingin memastikan masyarakat di wilayah 3T memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Air merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan keberhasilan pertanian, sehingga keberadaannya harus dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Kementerian PU menilai pembangunan JIAT tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan petani. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, pemerintah optimistis target swasembada pangan nasional dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.
Pembangunan JIAT di Rote Ndao menjadi salah satu contoh konkret kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di kawasan terluar Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi pertanian nasional menuju sektor pangan yang lebih tangguh, produktif, dan berdaya saing.
(bakom.ri/red)
