![]() |
| Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta meniup lilin dalam momen hangat perayaan May Day 2026 bersama para buruh. |
![]() |
| Foto bersama Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta dengan para buruh, mempererat kebersamaan dalam perayaan May Day 2026. |
Padang, MP----- Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Sumatera Barat terasa berbeda. Tak hanya diwarnai semangat perjuangan kaum pekerja, tetapi juga nuansa hangat kebersamaan yang ditunjukkan langsung oleh jajaran kepolisian daerah.
| Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh buruh atas kontribusi nyata mereka dalam menggerakkan roda perekonomian dan pembangunan daerah. |
“Pada hari ini, saya bersama Forkopimda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh buruh atas kerja keras, dedikasi, dan peran pentingnya dalam membangun daerah serta menggerakkan perekonomian bangsa,” ujarnya dalam suasana penuh keakraban.
Tidak sekadar pernyataan simbolik, Polda Sumbar menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dalam peringatan May Day tahun ini. Para buruh yang hadir mendapatkan kejutan berupa pembagian kue dan doorprize. Gestur sederhana tersebut menjadi simbol kuat bahwa hubungan antara aparat dan masyarakat pekerja tidak hanya bersifat formal, tetapi juga dilandasi rasa empati dan kebersamaan.
Momentum ini sekaligus menjadi ruang dialog yang mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan para pekerja. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi, kehadiran negara melalui pendekatan yang hangat dinilai mampu membangun kepercayaan publik.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sebagai fondasi penting dalam mendorong kemajuan daerah.
“Marilah kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta memperkuat solidaritas demi terwujudnya Sumatera Barat yang maju dan sejahtera,” tegasnya.
Perayaan May Day di Sumatera Barat tahun ini menjadi cerminan bahwa sinergi antara buruh dan pemerintah dapat dibangun melalui pendekatan yang inklusif dan manusiawi, sebuah fondasi penting menuju pembangunan yang berkelanjutan.
(HM/red)

