-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Padang Panjang Dukung Program Nasional Kedelai, Siapkan Lahan dan Libatkan Petani

Rabu, 27 Mei 2026 | Mei 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-27T04:13:18Z
Kebersamaan Pemko Padang Panjang bersama jajaran TNI AL usai pertemuan membahas dukungan program nasional penanaman kedelai untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di Balai Kota Padang Panjang.


Padang Panjang, MP----- Pemerintah Kota Padang Panjang menyatakan komitmen penuh mendukung program nasional penanaman kedelai yang akan dilaksanakan serentak di berbagai daerah pada Juli 2026 mendatang. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.


Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Allex Saputra saat menerima kunjungan Asisten Teritorial Komando Daerah Angkatan Laut II, Wartono di Balai Kota Padang Panjang, Senin (26/5/2026).


Dalam pertemuan itu, Allex menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk terlibat aktif dalam pengembangan komoditas kedelai karena sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat.

“Kita sepakat mendukung program ketahanan pangan di Indonesia, termasuk di Padang Panjang. Mudah-mudahan penanaman kedelai ini dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Allex.


Menurutnya, peluang pengembangan kedelai di daerah cukup menjanjikan mengingat tingginya kebutuhan pasar terhadap bahan baku utama industri pangan seperti tahu dan tempe. Selain memiliki nilai ekonomi, program tersebut juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi petani lokal.


Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Varia Warvis mengatakan, program penanaman kedelai merupakan terobosan baru bagi Kota Padang Panjang dan mulai mendapat respons positif dari masyarakat.


Menurut Varia, saat ini telah tersedia sekitar 5,8 hektare lahan yang direncanakan untuk tahap awal penanaman kedelai.

“Sudah ada lahan sekitar 5,8 hektare yang berminat untuk penanaman. Kami tentu mendukung kegiatan ini agar bisa dimatangkan dengan baik, termasuk mengetahui jadwal pasti pelaksanaannya,” katanya.


Ia juga menyoroti pentingnya kepastian pasar bagi hasil panen petani. Menurutnya, dukungan pemasaran menjadi faktor utama agar petani memiliki jaminan keuntungan dan tidak mengalami kerugian pascapanen.

“Kalau memang ada dukungan pemasaran, tentu akan sangat membantu petani,” tambahnya.


Di sisi lain, Kolonel Wartono menjelaskan bahwa program penanaman dan panen bersama kedelai merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan serentak di sejumlah wilayah Indonesia. Program tersebut turut mendapat dukungan dari TNI AL melalui penyediaan bibit, pupuk, hingga tenaga penyuluh lapangan.


Ia mengapresiasi kesiapan Pemko Padang Panjang dalam menyambut program strategis tersebut.

“Terima kasih atas sambutan dan dukungan terhadap kerja sama penanaman kedelai ini. Penanaman akan dilakukan serentak yang direncanakan Juli mendatang,” ujarnya.


Namun demikian, Wartono mengingatkan bahwa bibit kedelai memiliki karakter sensitif sehingga harus segera ditanam dengan sistem penyimpanan yang tepat agar tidak rusak maupun berjamur.

“Bibit kedelai ini sensitif. Kalau tidak segera ditanam dan penyimpanannya tidak baik, bisa berjamur. Kita tentu berharap petani jangan sampai rugi,” jelasnya.


Untuk menjaga keberlanjutan program, pihaknya juga berencana menggandeng Badan Urusan Logistik dalam mendukung pemasaran hasil panen petani. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan penyerapan produksi kedelai lokal berjalan optimal.


Wartono menambahkan, kebutuhan kedelai nasional hingga kini masih didominasi produk impor karena produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan pasar secara menyeluruh. Karena itu, penguatan budidaya kedelai lokal menjadi salah satu strategi penting menuju kemandirian pangan nasional.


Pertemuan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Wita Desi Susanti beserta sejumlah pejabat terkait lainnya.

(PJ/red)

×
Berita Terbaru Update