-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Panglima TNI Dampingi Prabowo Terima Alutsista Baru, Pertahanan Udara Makin Modern

Rabu, 20 Mei 2026 | Mei 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-19T22:53:39Z
Panglima TNI mendampingi Presiden RI saat penerimaan pesawat tempur Rafale dan alutsista strategis TNI AU.


Jakarta, MP----- Penguatan sistem pertahanan udara nasional kembali mendapat perhatian serius pemerintah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto didampingi Panglima TNI Agus Subiyanto menghadiri langsung penerimaan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru milik TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).


Penambahan alutsista strategis tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan pertahanan udara Indonesia di tengah dinamika geopolitik kawasan dan perkembangan ancaman modern yang semakin kompleks. Dalam seremoni tersebut, pemerintah resmi memperkuat armada TNI AU dengan pesawat tempur Rafale, pesawat angkut dan pengisian bahan bakar udara A400 MRTT, pesawat Falcon 8X, Radar Ground Control Intercept (GCI), Smart Weapon Hammer, serta rudal jarak jauh Meteor.


Prosesi penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Presiden RI kepada Panglima TNI yang kemudian diteruskan kepada Kepala Staf Angkatan Udara sebagai bagian dari penguatan operasional matra udara. Setelah penyerahan, Presiden bersama jajaran TNI melakukan peninjauan langsung terhadap alutsista baru guna memastikan kesiapan operasional dan integrasi sistem pertahanan udara nasional.


Dalam keterangannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa modernisasi pertahanan merupakan strategi jangka panjang negara untuk menjaga kedaulatan nasional dan memperkuat efek penangkalan terhadap berbagai ancaman.


“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” tegas Presiden.


Kehadiran Panglima TNI Agus Subiyanto dalam agenda tersebut menunjukkan komitmen kuat TNI dalam mendukung program modernisasi pertahanan nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Penguatan alutsista dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan tempur, serta kemampuan respons cepat TNI AU menghadapi spektrum ancaman masa depan, baik konvensional maupun nonkonvensional.


Masuknya pesawat tempur Rafale dan rudal Meteor dipandang akan meningkatkan daya gentar serta kemampuan superioritas udara Indonesia. Sementara kehadiran A400 MRTT memperkuat kemampuan mobilisasi pasukan dan dukungan logistik strategis lintas wilayah. Di sisi lain, sistem Radar GCI dan Smart Weapon Hammer mempertegas transformasi pertahanan udara Indonesia menuju sistem yang lebih modern, presisi, dan terintegrasi.


Program pengadaan alutsista tersebut juga merupakan bagian dari perencanaan strategis jangka panjang yang telah disusun pemerintah guna memastikan TNI memiliki kekuatan pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi militer global. Pemerintah menilai penguatan sektor pertahanan tidak hanya berkaitan dengan keamanan nasional, tetapi juga menjadi simbol kesiapan negara menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update