Jakarta, MP----- Pemerintah mempercepat persiapan pembukaan program Sekolah Rakyat yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026. Program prioritas nasional ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, hingga mereka yang selama ini belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (30/5/2026). Pertemuan berlangsung sesaat setelah Teddy tiba di Tanah Air, sebelum Menteri Sosial melanjutkan agenda kerja ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pejabat menyoroti pemantapan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang akan mulai menerima peserta didik pada Juli mendatang. Program ini ditargetkan menjangkau lebih dari 45.000 anak dari kelompok rentan di berbagai daerah di Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal kesiapan program agar seluruh aspek pendukung, mulai dari sarana pendidikan hingga layanan penunjang lainnya, dapat berjalan sesuai rencana saat tahun ajaran baru dimulai.
“Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang layak. Persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan pada Juli 2026 berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Teddy.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan ruang belajar, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penyediaan fasilitas asrama, layanan kesehatan, pembinaan karakter, hingga pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.
Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi konkret bagi anak-anak yang selama ini berada di luar sistem pendidikan formal.
“Presiden memberikan perhatian sangat besar terhadap masa depan anak-anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Melalui Sekolah Rakyat, negara hadir bukan hanya memberikan pendidikan, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pengasuhan, kesehatan, lingkungan belajar yang baik, dan kesempatan untuk mengubah masa depan,” kata Gus Ipul.
Selain membahas kesiapan pembukaan Sekolah Rakyat secara nasional, pertemuan tersebut juga menyoroti rencana penyekolahan 1.000 anak kurang mampu, anak tidak bersekolah, dan anak jalanan di Jakarta. Program itu akan dilaksanakan melalui 10 Sekolah Rakyat yang telah disiapkan, termasuk sejumlah lokasi yang sebelumnya telah ditinjau pemerintah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Pemerintah menilai pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses merupakan fondasi utama dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas pemerataan pendidikan nasional. Presiden menegaskan bahwa seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali, harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dengan fasilitas yang layak, aman, dan nyaman.
Melalui program ini, pemerintah berharap setiap anak mendapatkan kesempatan mengembangkan potensi diri, memperoleh bekal keterampilan dan pendidikan yang memadai, serta memiliki peluang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera.
Dengan pembukaan yang tinggal beberapa pekan lagi, pemerintah kini fokus memastikan kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, sistem pembelajaran, serta dukungan layanan sosial agar Sekolah Rakyat dapat beroperasi secara efektif sejak hari pertama tahun ajaran baru dimulai. Keberhasilan program ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat keadilan sosial dan pemerataan pendidikan di Indonesia.
(Jkt/red)
