-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Senam Pagi Lubuk Tarok Jadi Simpul Kebugaran dan Solidaritas Sosial

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-05T05:01:10Z
Senam massal BGOC menjadi simbol hidup sehat dan kekompakan masyarakat Lubuk Tarok.


Sijunjung, MP----- Pagi di Pasar Kenagarian Lubuk Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, Selasa (5/5/2026), bergerak lebih hidup dari biasanya. Puluhan warga dari berbagai jorong berkumpul, mengikuti Senam Massal yang digelar Bugar Godok Obuih Club (BGOC). Di tengah denyut aktivitas pasar, ruang publik itu berubah menjadi arena kebugaran yang memadukan semangat sehat dan kebersamaan.


Lebih dari 30 peserta ambil bagian dalam kegiatan rutin yang berlangsung setiap Selasa pukul 08.00 WIB tersebut. Dipandu instruktur Nasril, gerakan demi gerakan senam tidak hanya menjadi latihan fisik, tetapi juga medium mempererat interaksi sosial antarwarga.


Antusiasme peserta mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup sehat di tingkat nagari. Mardiah, warga Jorong Sungai Jodi, menilai kegiatan ini memberi dampak nyata, baik dari sisi kesehatan maupun kekompakan sosial.


“Senam ini bukan sekadar olahraga, tapi juga memperkuat kebersamaan kami. Harapannya, semangat hidup sehat terus berkembang dan masyarakat semakin solid,” ujarnya.


Lebih jauh, komunitas BGOC juga menunjukkan keterlibatan sosial yang lebih luas. Mereka menyatakan kesiapan mendukung penyelenggaraan Musyawarah Besar Forum Dinamika Sumatera Barat (MUBES FDSB) 2026 yang akan digelar di Kota Padang pada 12 September mendatang. Dukungan ini menjadi indikasi bahwa aktivitas komunitas lokal mampu terhubung dengan agenda sosial yang lebih besar di tingkat provinsi.


Pemerintah nagari pun melihat inisiatif ini sebagai aset sosial yang strategis. Walinagari Lubuk Tarok, Zuriatman, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai lebih dari sekadar olahraga.


“Ini adalah bentuk investasi sosial. Selain menyehatkan, kegiatan ini memperkuat silaturahmi dan membangun semangat kolektif masyarakat,” katanya.


Apresiasi juga datang dari pendiri utama Forum Dinamika Sumatera Barat (FDSB), Nof Hendra. Ia menilai dukungan komunitas seperti BGOC menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi telah tumbuh hingga ke akar rumput.


“Dukungan ini menunjukkan bahwa energi kebersamaan sudah hidup di nagari. Ini modal penting untuk menyukseskan MUBES FDSB 2026,” ujarnya.


Dengan rencana kehadiran tokoh daerah, perantau, dan insan pers dari berbagai wilayah Indonesia, MUBES FDSB 2026 diproyeksikan menjadi momentum konsolidasi sosial yang luas. Di sisi lain, geliat komunitas seperti BGOC di Lubuk Tarok menjadi cerminan bahwa perubahan besar kerap berawal dari gerakan sederhana—dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama, di ruang-ruang publik yang akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

(Rajo.A/red)

×
Berita Terbaru Update