-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

1 Muharram 1448 H : Saatnya Berhijrah Menuju Indonesia Yang Lebih Baik

Selasa, 16 Juni 2026 | Juni 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-16T00:45:12Z
Oleh: D. Rajo Alam (Pemred MP)


Pergantian tahun baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam penanggalan Hijriah. Di balik datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026, tersimpan pesan mendalam tentang perubahan, pengorbanan, keteguhan iman, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.


Sejarah mencatat bahwa Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah bukan hanya perpindahan fisik semata. Hijrah adalah simbol perjuangan melawan ketidakadilan, keberanian menghadapi tantangan, serta tekad membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kebenaran, persatuan, dan kemanusiaan.


Di tengah berbagai dinamika bangsa saat ini, semangat hijrah menjadi sangat relevan untuk direnungkan bersama. Hijrah mengajarkan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk memperbaiki diri. Bangsa yang maju lahir dari masyarakat yang memiliki integritas, disiplin, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.


Tahun Baru Islam hendaknya menjadi momentum evaluasi diri bagi seluruh elemen bangsa. Para pemimpin perlu berhijrah dari kepentingan pribadi menuju pengabdian yang tulus kepada rakyat. Aparatur negara harus berhijrah menuju pelayanan publik yang bersih, transparan, dan profesional. Dunia pendidikan perlu terus berhijrah menuju kualitas yang lebih baik dalam mencetak generasi unggul. Sementara masyarakat dituntut untuk berhijrah dari sikap apatis menuju kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.


Lebih dari itu, 1 Muharram mengingatkan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata. Kemajuan sejati lahir dari kekuatan moral, kejujuran, persatuan, serta kemampuan menjaga nilai-nilai kemanusiaan di tengah derasnya arus perubahan zaman.


Saat dunia menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian ekonomi, konflik kemanusiaan, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi yang semakin cepat, masyarakat Indonesia membutuhkan semangat hijrah yang produktif. Semangat untuk terus belajar, berinovasi, bekerja keras, dan menjaga persaudaraan menjadi modal utama dalam menghadapi masa depan.


Tahun Baru Islam juga mengajarkan pentingnya introspeksi. Setiap individu perlu bertanya kepada dirinya sendiri: apakah hari ini lebih baik dari kemarin? Apakah pekerjaan yang dilakukan telah memberi manfaat bagi sesama? Apakah amanah yang dipercayakan telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab?


Pertanyaan-pertanyaan sederhana tersebut sejatinya menjadi fondasi bagi lahirnya perubahan besar. Sebab peradaban yang kuat dibangun oleh individu-individu yang memiliki kesadaran moral dan komitmen terhadap kebaikan.


Di momentum 1 Muharram 1448 Hijriah ini, mari jadikan hijrah sebagai gerakan bersama. Hijrah dari perpecahan menuju persatuan. Hijrah dari korupsi menuju integritas. Hijrah dari kebencian menuju persaudaraan. Hijrah dari kemalasan menuju produktivitas. Dan hijrah dari pesimisme menuju optimisme.


Semangat Tahun Baru Islam hendaknya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan semata. Nilai-nilai hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.


Redaksi mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai titik awal memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun optimisme kolektif demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, berkeadilan, dan bermartabat.


Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.


Hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan keberanian mengubah diri menjadi lebih baik. Dari perubahan diri lahirlah perubahan masyarakat. Dari perubahan masyarakat lahirlah kemajuan bangsa.

(*)

×
Berita Terbaru Update