-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Festival Minangkabau 2026 Dongkrak Wisata dan UMKM, Bupati Tanah Datar Pastikan Berlanjut Tahun Depan

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-28T00:41:39Z
Bupati Tanah Datar Eka Putra secara resmi menutup Festival Minangkabau 2026 di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu (27/6/2026) malam.


Batusangkar, MP----- Festival Minangkabau 2026 kembali membuktikan diri sebagai agenda budaya yang mampu menggerakkan sektor pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat di Kabupaten Tanah Datar. Selama empat hari pelaksanaan, ribuan wisatawan memadati lokasi kegiatan, sementara ratusan pelaku usaha mikro menikmati peningkatan aktivitas ekonomi.


Keberhasilan penyelenggaraan festival yang menjadi puncak Program Unggulan (Progul) Satu Nagari Satu Event itu ditandai dengan penutupan resmi oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, Sabtu (27/6/2026) malam.


Acara penutupan dihadiri Wakil Bupati Ahmad Fadly, jajaran Forkopimda Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, Ketua TP PKK Ny. Lise Eka Putra, Ketua GOW Ny. Dwinanda Ahmad Fadly, para camat, serta ribuan masyarakat yang memadati arena festival.


Sejak dibuka di Istano Basa Pagaruyung, Festival Minangkabau menghadirkan beragam atraksi budaya, mulai dari pertunjukan seni tari, drama kolosal, penampilan artis Minang hingga bazar yang diikuti sekitar 100 pelaku UMKM kuliner khas Tanah Datar.


Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra menyampaikan rasa syukur karena Festival Minangkabau kembali masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI untuk keenam kalinya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa festival budaya Tanah Datar semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional.


"Festival Minangkabau bukan hanya menjadi ruang pelestarian adat dan budaya, tetapi juga menjadi wadah yang mampu menyatukan masyarakat Minangkabau, baik yang berada di ranah maupun di perantauan," ujar Eka Putra.


Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan panitia, kunjungan wisatawan ke Istano Basa Pagaruyung selama festival mencapai sekitar 5.000 orang. Sementara itu, sekitar 4.000 pengunjung memadati kawasan bazar yang diisi 100 stan UMKM di Lapangan Cindua Mato.


"Angka kunjungan ini menunjukkan Festival Minangkabau semakin diminati masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga para pelaku UMKM yang memperoleh peluang ekonomi lebih besar," katanya.


Bupati memastikan Festival Minangkabau akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai salah satu agenda unggulan daerah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung setiap penyelenggaraan event demi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanah Datar.


Menurutnya, target penyelenggaraan Festival Minangkabau 2027 adalah menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas melalui tumbuhnya sanggar seni, berkembangnya UMKM, serta semakin kuatnya pelestarian seni, budaya, dan kuliner tradisional Minangkabau.


Pada kesempatan tersebut, Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival, mulai dari sponsor BUMN, BUMD, swasta, panitia, tim kreatif, pelaku pariwisata, influencer, fotografer hingga insan media.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Festival Minangkabau 2026. Atas segala kekurangan selama penyelenggaraan, kami juga menyampaikan permohonan maaf," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar Inhendri Abbas menegaskan seluruh rangkaian Festival Minangkabau 2026 berlangsung aman, tertib, dan sukses.


Ia mengatakan sektor pariwisata kini menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Karena itu, penyelenggaraan Festival Minangkabau diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisata dan perputaran ekonomi lokal.


Festival Minangkabau 2026 yang digelar pada 25–28 Juni menghadirkan berbagai agenda budaya, antara lain pawai budaya Minangkabau, makan bajamba, pertunjukan seni tradisional, fashion show, pameran desa wisata, bazar UMKM, Kongres dan Seminar Bundo Kanduang Sedunia, hingga hiburan dari artis Minang pada malam penutupan.


"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, aman, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat," tutup Inhendri Abbas.

(Bt/MP)

×
Berita Terbaru Update