![]() |
| Momen pelantikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama oleh Ketua Mahkamah Agung RI sebagai bagian dari penguatan kelembagaan peradilan agama nasional. |
Jakarta, MP----- Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Sunarto, resmi melantik sembilan Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) dari berbagai daerah di Indonesia dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung di Ruang Koesoemah Atmadja, Tower Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Rabu (3/6).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kepemimpinan di lingkungan peradilan agama sekaligus memastikan keberlanjutan pelayanan hukum yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sembilan pejabat yang dilantik masing-masing adalah Abdullah sebagai Ketua PTA Banten, Nur Khazim sebagai Ketua PTA Palembang, Chazim Maksalina sebagai Ketua PTA Padang, Erni Zurnilah sebagai Ketua PTA Kendari, Nia Nurhamidah Romli sebagai Ketua PTA Jambi, Nur Djannah Syaf sebagai Ketua PTA Gorontalo, Asrofi sebagai Ketua PTA Jayapura, Siti Zurbaniyah sebagai Ketua PTA Bengkulu, serta Acep Saifudin sebagai Ketua PTA Papua Barat.
Dalam arahannya, Ketua MA menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial pergantian jabatan, melainkan momentum dimulainya amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan secara moral, profesional, dan spiritual. Menurutnya, jabatan adalah bentuk kepercayaan negara yang menuntut dedikasi penuh dalam menjalankan tugas peradilan.
“Jabatan bukan simbol kehormatan pribadi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas,” tegas Sunarto di hadapan para pejabat yang baru dilantik.
Ketua MA juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu membangun sinergi dan kolaborasi di lingkungan kerja. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah institusi peradilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu pemimpinnya, tetapi juga oleh kekompakan seluruh unsur organisasi dalam mencapai tujuan bersama.
Menurutnya, para Ketua Pengadilan Tinggi Agama harus menjadi teladan dalam menjaga independensi lembaga peradilan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan agama.
Pelantikan sembilan Ketua PTA tersebut dinilai strategis mengingat peran Pengadilan Tinggi Agama sebagai pengadilan tingkat banding yang memiliki fungsi penting dalam menjaga kualitas putusan, pembinaan teknis peradilan, dan pengawasan terhadap satuan kerja di wilayah hukumnya masing-masing.
Dengan kepemimpinan baru di sejumlah wilayah, Mahkamah Agung berharap kinerja peradilan agama semakin adaptif terhadap tantangan zaman, mampu memberikan pelayanan hukum yang cepat, sederhana, dan berbiaya ringan, serta terus menjunjung tinggi prinsip keadilan bagi seluruh pencari keadilan di Indonesia.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Mahkamah Agung, pejabat eselon, hakim agung, serta keluarga dan kerabat para pejabat yang dilantik. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen Mahkamah Agung dalam memperkuat tata kelola peradilan yang profesional, modern, dan berintegritas.
(Red/MP)
