-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Kuliner Minang Jadi Mesin Baru Pariwisata Sumbar

Selasa, 23 Juni 2026 | Juni 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-22T23:48:32Z
Didampingi sang istri, Dianita Maulin Vasko, Wagub Sumbar turut menghibur masyarakat dengan membawakan lagu di panggung utama Festival Kuliner Tradisional.


Bukittinggi, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mendorong kuliner tradisional sebagai kekuatan baru penggerak sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, saat menghadiri Festival Kuliner Tradisional di kawasan Jam Gadang, Minggu (21/6).


Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Jam Gadang itu tak sekadar menghadirkan aneka sajian khas Minangkabau, tetapi juga menjadi panggung besar untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.


Di hadapan ratusan pengunjung, Vasko menegaskan bahwa kuliner Minangkabau merupakan aset strategis yang mampu menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara.


“Peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan hanya tentang mengenang sejarah bangunan ikonik, tetapi juga merayakan kekayaan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah kuliner tradisional Minangkabau yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.


Menurutnya, berbagai makanan khas seperti rendang, sate Padang, lamang tapai, sala lauak, katupek gulai paku, hingga galamai bukan sekadar hidangan, melainkan warisan budaya yang menyimpan nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat Minangkabau.


Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan kuliner tradisional agar tetap diminati lintas generasi.


Vasko juga menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi antara budaya, pariwisata, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Pemerintah Provinsi Sumbar, kata dia, terus memperkuat berbagai program pendukung, mulai dari peningkatan kualitas produk, sertifikasi, inovasi kemasan, digitalisasi pemasaran, hingga memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.


“Yang kita bangun bukan hanya festival, tetapi sebuah ekosistem. Ketika budaya, pariwisata, dan UMKM bergerak bersama, maka manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.


Ia menilai festival kuliner memiliki peran strategis dalam memperkenalkan produk unggulan daerah kepada wisatawan sekaligus mempertegas posisi Sumbar sebagai salah satu destinasi wisata kuliner terbaik di Indonesia.


Selain menyampaikan pesan pembangunan, Vasko juga memperlihatkan kedekatannya dengan masyarakat. Didampingi sang istri, Dianita Maulin Vasko, ia naik ke atas panggung utama dan membawakan sebuah lagu yang disambut antusias para pengunjung.


Suasana di kawasan Jam Gadang pun berubah semakin semarak. Ratusan warga yang memadati lokasi festival ikut bernyanyi bersama dan memberikan tepuk tangan sepanjang penampilan berlangsung.


Momentum tersebut, menurut Vasko, menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga melalui ruang-ruang kebersamaan yang mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat.


Ia berharap Festival Kuliner Tradisional dapat menjadi agenda berkelanjutan yang mampu meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Sumbar di tingkat nasional maupun internasional.


“Kita ingin warisan budaya ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi hari ini maupun generasi yang akan datang,” tutupnya.

(Sb/red)

×
Berita Terbaru Update