-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Reuni Akbar Ikasmantri 86: 40 Tahun Berlalu, Persaudaraan Tak Pernah Layu

Kamis, 27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T04:44:33Z
Alumni Ikasmantri 86 berfoto bersama dalam Reuni Akbar di Kulik Kayu Resort Mandeh, 22–23 Agustus 2026.


Padang, MP----- Empat dekade setelah meninggalkan bangku sekolah, kenangan masa remaja kembali hidup dalam Reuni Akbar Ikasmantri 86. Sebanyak kurang lebih 112 alumni Angkatan 1986 SMA 3 Padang berkumpul di Kulik Kayu Resort Mandeh, 22–23 Agustus 2026, dalam suasana penuh keakraban, nostalgia, dan kekeluargaan.


Reuni yang berlangsung selama dua hari itu bukan sekadar pertemuan untuk mengenang masa lalu. Bagi para alumni, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali merajut komunikasi yang sempat terbentang oleh jarak, kesibukan, profesi, serta perjalanan hidup masing-masing.


Alumni yang hadir tidak hanya berasal dari Sumatera Barat, tetapi juga datang dari berbagai daerah, termasuk Pekanbaru dan Jakarta. Mereka kembali duduk bersama sebagai kawan lama, tanpa sekat jabatan, profesi maupun status sosial.


Konsep kegiatan sengaja dikemas dengan nuansa era 1980-an. Penataan lokasi, hiburan dan berbagai aktivitas dirancang untuk membawa peserta sejenak kembali ke suasana sekolah ketika mereka masih mengenakan seragam, bercanda bersama, dan membangun persahabatan yang kemudian bertahan hingga puluhan tahun.


Beragam kegiatan seperti games, senam pagi, hiburan hingga penampilan Band Patroli 86 semakin menghidupkan suasana. Band tersebut bahkan memiliki cerita tersendiri karena pernah mengukir prestasi sebagai juara festival band se-Sumatera Barat pada masa sekolah.


Ketua Pelaksana Reuni Akbar Ikasmantri 86, Chairianto, mengatakan reuni 40 tahun bukan hanya tentang mempertemukan kembali kawan lama, tetapi juga mengubah ikatan pertemanan menjadi persaudaraan yang lebih erat.


“Setelah 40 tahun lulus SMA, kita tidak hanya ingin kembali merasakan indahnya pertemanan masa sekolah, tetapi menjadikannya sebagai rasa badunsanak. Karena itu, tema yang kami usung adalah ‘Kawan Dulu, Kawan Kini, Badunsanak Salamonyo’,” ujar Chairianto.


Hal senada disampaikan Yanveryson, yang akrab disapa Papi Very. Menurutnya, reuni menjadi momentum untuk meninggalkan sejenak berbagai atribut kehidupan yang melekat pada setiap alumni.


“Reuni ini kami buat sebagai titik balik ke masa sekolah. Di sini kita meninggalkan sementara status sosial, jabatan dan profesi masing-masing. Tidak ada si miskin dan si kaya. Semua melebur menjadi satu dalam suasana kekeluargaan, kebersamaan dan kekompakan. Dari pertemanan menjadi persaudaraan,” ungkapnya.


Mubes Tetapkan Kepengurusan 2026–2030


Selain menjadi ajang silaturahmi, Reuni Akbar Ikasmantri 86 juga dirangkai dengan Musyawarah Besar (Mubes) untuk menentukan kepengurusan periode 2026–2030.


Mubes dipimpin Darmawan dan berlangsung secara demokratis. Dalam forum tersebut, Adrian Nur kembali dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua Ikasmantri 86 untuk periode ketiga.


Susunan kepengurusan Ikasmantri 86 periode 2026–2030 yakni Adrian Nur sebagai Ketua, Fajri Usman sebagai Wakil Ketua, Nita Apedisnita sebagai Sekretaris, Eva Suryani sebagai Bendahara, serta Erlina Panitri sebagai Ketua Perwakilan Jakarta dan Sekitarnya.


Usai dipercaya kembali memimpin organisasi, Adrian menegaskan komitmennya untuk menjaga soliditas alumni sekaligus mengembangkan program yang memberikan manfaat nyata.


“Kami siap memajukan Ikasmantri 86 bersama seluruh kawan-kawan alumni. Ke depan, kami akan berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh alumni,” kata Adrian.


Merawat Persaudaraan Setelah Empat Dekade


Perjalanan 40 tahun tentu telah membawa para alumni ke berbagai jalan kehidupan. Ada yang berkarier di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, profesi maupun bidang lainnya. Sebagian menetap di Sumatera Barat, sementara lainnya membangun kehidupan di luar daerah.


Namun, reuni membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak selalu mampu menghapus ikatan yang dibangun sejak bangku sekolah. Ketika kembali berkumpul, cerita lama, tawa dan kenangan masa muda menjadi jembatan yang mempertemukan kembali mereka.


Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan individual, pertemuan semacam ini memiliki makna lebih dari sekadar nostalgia. Ia menjadi ruang untuk saling menyapa, memperbarui komunikasi, saling menguatkan dan membuka kembali kepedulian antarsesama alumni.


Kesuksesan kegiatan juga tidak terlepas dari dukungan moril dan materil seluruh alumni Angkatan 1986. Semangat gotong royong dan keinginan kuat untuk kembali berkumpul menjadi modal utama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.


Reuni Akbar Ikasmantri 86 akhirnya meninggalkan pesan sederhana: waktu boleh berjalan 40 tahun, kehidupan boleh membawa setiap orang ke tempat dan keadaan yang berbeda, tetapi persahabatan yang tulus selalu memiliki jalan untuk mempertemukan kembali.

Kawan dulu, kawan kini, badunsanak salamonyo.

(Red)

×
Berita Terbaru Update