-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

PKBSM-P Kembali Rajut Silaturahmi, Suku Malayu Perkuat Raso Badunsanak di Pantai Ujung Batu

Senin, 24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-24T15:05:37Z
Semangat persatuan dan kekompakan mewarnai pertemuan keluarga besar PKBSM-P.


Padang, MP----- Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan. Bagi Perkumpulan Keluarga Besar Suku Malayu Padang (PKBSM-P), momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang untuk kembali mempererat tali silaturahmi dan merawat semangat raso badunsanak di tengah keluarga besar Suku Malayu.

Keluarga besar PKBSM-P mempererat silaturahmi dalam suasana HUT ke-81 RI di Pantai Ujung Batu, Padang.


Suasana penuh keakraban itu terasa dalam kegiatan kebersamaan yang digelar di Pantai Ujung Batu (UB), Kecamatan Koto Tangah, Padang, Minggu 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti keluarga besar Suku Malayu, termasuk sejumlah dunsanak yang datang dari luar Kota Padang.


Di tengah suasana pantai yang santai, para peserta tidak sekadar menikmati momentum peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadikannya sebagai ajang bertemu, berbincang dan memperkuat kembali hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi salah satu nilai penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau.


Sejumlah pendiri, para mamak, serta Bundo Kanduang yang dituakan dalam keluarga besar perkumpulan turut hadir. Di antaranya Mak Solman, Mak Jhoni Ismet, Mak Ambrizal Utiah, Mak Gufrizal, Mak Busrizal, Mak Itam serta para Bundo Sako.


Kehadiran para tokoh dan sesepuh tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu, pertemuan itu juga menjadi ruang untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda agar hubungan sapasukuan tidak berhenti pada pertemuan seremonial, melainkan terus tumbuh melalui kegiatan sosial dan kebersamaan.


Para sesepuh mengajak seluruh dunsanak dan kamanakan Suku Malayu, khususnya yang berada di Kota Padang dan daerah lainnya, untuk terus mencari serta menghimpun keluarga besar Suku Malayu yang masih tersebar di berbagai tempat.


Menurut mereka, semakin banyak dunsanak yang terhimpun dalam wadah PKBSM-P, semakin kuat pula ruang untuk membangun komunikasi, saling membantu dan menjaga hubungan kekeluargaan.


Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah kaum tidak hanya ditentukan oleh banyaknya anggota, tetapi juga oleh seberapa kuat rasa saling menghargai, kepedulian dan kesediaan untuk hadir ketika dunsanak membutuhkan.


Hal senada disampaikan Mamak Zulkifli Malay Rajo Panduko Sati. Ia berharap kegiatan PKBSM-P ke depan tidak hanya berorientasi pada kegiatan silaturahmi, tetapi juga semakin aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi anggota dan masyarakat.


“Mari kita tingkatkan kegiatan sosial kita di Suku Malayu. Alek baik ba imbauan, alek buruak ba ambauan. Kalau ada kegembiraan kita bersama, begitu juga ketika ada dunsanak yang mendapat musibah, kita hadir dan saling menguatkan,” pesannya.


Ia menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan agar tidak ada dunsanak yang merasa berjalan sendiri. Nilai tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari kekuatan budaya Minangkabau yang sejak dahulu mengajarkan pentingnya gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.


“Samo maraso kan barek, samo dipikua. Ringan samo dijinjiang. Saciok bak ayam, sadanciang bak basi.” ungkapnya.


Ungkapan itu menjadi benang merah kegiatan PKBSM-P kali ini: berbeda tempat tinggal dan latar kehidupan tidak seharusnya membuat hubungan sapasukuan menjadi renggang.


Momentum HUT ke-81 RI akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan. Di Pantai Ujung Batu, keluarga besar Suku Malayu kembali meneguhkan satu pesan sederhana namun penting—bahwa silaturahmi harus terus dirawat, rasa saling menghargai harus dijaga, dan semangat badunsanak harus diwariskan kepada generasi berikutnya.


Bagi PKBSM-P, merawat persaudaraan bukan hanya tentang seberapa sering bertemu, tetapi tentang bagaimana setiap dunsanak tetap merasa memiliki keluarga besar tempat berbagi suka, membantu ketika menghadapi kesulitan, dan bersama-sama menjaga marwah serta nilai-nilai adat Minangkabau.

(Rajo.A/MP)

×
Berita Terbaru Update