![]() |
| Sejumlah wartawan melakukan konfirmasi langsung di lingkungan Mapolres Solok Selatan. |
Solok Selatan, MP----- Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Organisasi ASANTARA (Aliansi Media Online Nusantara) terus berupaya memperoleh keterangan resmi dari jajaran Polres Solok Selatan terkait kecelakaan maut yang melibatkan mobil tangki BBM dan sepeda motor di kawasan Pekonina.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendapatkan penjelasan secara utuh mengenai kronologi kecelakaan, status kendaraan dan pengemudi, serta perkembangan proses hukum setelah muncul informasi mengenai perdamaian antara keluarga korban dan pihak pengemudi.
Konfirmasi tertulis disampaikan kepada Kasatlantas Polres Solok Selatan, Iptu Mike Wiberki, S.H., melalui WhatsApp pada Rabu (26/8/2026). Namun hingga Kamis (27/8/2026), pertanyaan tersebut belum mendapatkan jawaban.
Tidak berhenti pada konfirmasi tertulis, sejumlah wartawan kembali mendatangi langsung kantor Satlantas Polres Solok Selatan pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
Karena kantor Satlantas berada dalam satu lingkungan dengan Kantor Polres Solok Selatan, wartawan sekaligus berupaya menemui Kapolres dan Wakapolres Solok Selatan untuk meminta keterangan terkait perkara tersebut.
Namun, saat wartawan berada di lingkungan Mapolres Solok Selatan, Kapolres maupun Wakapolres juga belum berada di kantor.
Informasi tersebut diperkuat oleh Kasubsi PIDM Humas Polres Solok Selatan, Aipda Heral Nababan, yang menyampaikan bahwa Kapolres dan Wakapolres belum masuk kantor pada saat itu.
Kasatlantas dan Kanit Laka Disebut ke Padang
Di kantor Satlantas, wartawan menunggu kedatangan Kasatlantas hingga sekitar pukul 08.35 WIB. Namun Iptu Mike Wiberki belum terlihat berada di kantor.
Bripda Farel, petugas yang ditemui wartawan, menyampaikan bahwa Kasatlantas bersama Kanit Laka sedang berada di Padang.
“Rabu kemarin Kasat sama Kanit ke Padang,” kata Bripda Farel kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Sambil menunggu, wartawan kemudian berbincang dengan Aipda Heral Nababan. Heral turut membantu menghubungi Kasatlantas dan mengirim pesan terkait permintaan konfirmasi.
Namun hingga menjelang pukul 11.00 WIB, belum ada kepastian mengenai waktu Kasatlantas dapat memberikan keterangan.
“Masih memanggil, pesan yang dikirim juga masih centang satu, belum dilihat,” ujar Heral.
Pesan Kasatlantas Masuk
Karena belum memperoleh kepastian, wartawan kemudian berpamitan kepada Heral untuk melanjutkan tugas jurnalistik.
Dalam perjalanan, pesan WhatsApp dari Iptu Mike Wiberki masuk. Dalam pesan tersebut, Kasatlantas menyampaikan bahwa dirinya sedang melaksanakan kegiatan.
“Siap bang, lagi giat bang. Siap salah,” tulis Mike.
Dalam percakapan berikutnya, Mike juga menyampaikan bahwa Aipda Heral sebelumnya telah mencoba menghubunginya.
Wartawan yang masih berada di Solok Selatan kemudian mencoba menghubungi Kasatlantas melalui sambungan telepon untuk meminta penjelasan mengenai kecelakaan tersebut.
Salah satu hal yang ditanyakan adalah informasi mengenai perdamaian antara keluarga korban dan pihak pengemudi, termasuk bagaimana proses hukum setelah pengemudi dan mobil tangki disebut telah dikeluarkan dari kantor polisi.
Namun ketika ditanya mengenai persoalan kendaraan, Kasatlantas menjawab, “Kalau soal mobil saya tidak ngerti itu.” Setelah pernyataan tersebut, sambungan telepon terputus.
Wartawan kemudian kembali mengirimkan konfirmasi tertulis melalui WhatsApp dengan harapan memperoleh keterangan resmi terkait penanganan perkara.
Konfirmasi untuk Keberimbangan
Pertanyaan yang disampaikan kepada Kasatlantas mencakup kronologi kecelakaan, pemeriksaan pengemudi, status kendaraan sebagai barang bukti, identitas pemilik atau perusahaan transportir, pemeriksaan dokumen kendaraan dan muatan BBM, hingga perkembangan proses hukum.
Wartawan juga meminta penjelasan mengenai informasi perdamaian yang disebut terjadi antara keluarga korban dan pihak pengemudi pada 24 Agustus 2026 di Polres Solok Selatan, serta apakah kesepakatan tersebut memiliki pengaruh terhadap proses hukum perkara kecelakaan.
Hingga berita ini disusun, konfirmasi melalui WhatsApp, sambungan telepon, maupun kedatangan langsung ke kantor Satlantas belum memperoleh penjelasan lengkap dari Kasatlantas mengenai substansi perkara.
Upaya menemui Kapolres dan Wakapolres Solok Selatan juga belum membuahkan hasil karena keduanya disebut belum berada di kantor saat wartawan datang.
Para wartawan menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut dilakukan semata-mata untuk memenuhi prinsip verifikasi, keberimbangan, dan hak jawab dalam pemberitaan. Keterangan resmi dari kepolisian tetap dinantikan untuk melengkapi informasi mengenai penanganan kecelakaan maut Pekonina.
Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi Polres Solok Selatan, Kasatlantas Iptu Mike Wiberki, S.H., maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab guna melengkapi pemberitaan ini.
(Tim Media ASANTARA)
