![]() |
| Kasat Pamobvit Polresta Padang AKP Dwi Rosdianto bersama wartawan berfoto dengan salam presisi usai perbincangan santai di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026). |
Padang, MP----- Aroma kopi susu hangat menyeruak di ruang kerja Kasat Pamobvit Polresta Padang, AKP Dwi Rosdianto, Rabu (3/6/2026). Di atas meja tersaji piring berisi gorengan yang masih hangat. Suasana santai dan penuh keakraban mewarnai perbincangan antara perwira polisi tersebut dengan sejumlah wartawan yang berkunjung ke Kantor Polresta Padang siang itu.
Di sela-sela menyeruput kopi dan menikmati gorengan, pembicaraan mengalir dari berbagai isu seputar keamanan hingga peran penting Satuan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) yang kini menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga berbagai aset strategis negara dan daerah.
Meski berlangsung santai, diskusi yang dibangun AKP Dwi Rosdianto sarat informasi dan membuka wawasan mengenai tugas-tugas satuan yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas.
"Satuan Pamobvit di Polresta Padang masih tergolong baru. Saat ini baru ada tiga yang telah terbentuk, yakni di Polresta Padang, Polresta Bukittinggi, dan Polres Pesisir Selatan," ujar AKP Dwi Rosdianto sambil menyambut pertanyaan para wartawan dengan senyum ramah.
Menurutnya, keberadaan Pamobvit merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat pengamanan terhadap objek vital nasional (Obvitnas) maupun objek vital tertentu (Obter) yang memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.
Perbincangan yang berlangsung lebih dari satu jam itu terasa cair. Sesekali tawa ringan pecah di antara peserta diskusi ketika AKP Dwi Rosdianto berbagi pengalaman selama bertugas. Namun ketika berbicara mengenai tugas pokok Pamobvit, nada suaranya berubah serius.
Ia menjelaskan bahwa tugas Pamobvit tidak hanya sebatas melakukan penjagaan atau patroli di lokasi tertentu. Lebih jauh, satuan tersebut bertanggung jawab melakukan pengamanan menyeluruh terhadap berbagai objek strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik, pelayanan masyarakat, sektor perbankan, energi, transportasi, telekomunikasi, hingga fasilitas penting lainnya.
"Kalau masyarakat bisa beraktivitas dengan aman, pelayanan publik berjalan baik, dan roda ekonomi terus bergerak, maka di situ ada peran pengamanan yang bekerja di belakang layar. Itulah salah satu fungsi Pamobvit," katanya.
AKP Dwi Rosdianto menjelaskan, pengamanan objek vital saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu personel Pamobvit tidak hanya dibekali kemampuan pengamanan fisik, tetapi juga kemampuan melakukan identifikasi risiko, audit sistem keamanan, pemetaan kerawanan, serta memberikan rekomendasi peningkatan standar keamanan kepada pengelola objek.
"Prinsip kami adalah pencegahan. Kami berupaya mendeteksi potensi gangguan sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Di tengah obrolan yang mengalir santai ditemani secangkir kopi susu dan gorengan, AKP Dwi Rosdianto juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan objek vital tidak hanya ditentukan oleh personel kepolisian, tetapi juga oleh sinergi yang baik antara aparat keamanan, pengelola objek, dan masyarakat.
"Kami selalu mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kemitraan. Keamanan yang kuat lahir dari kerja sama yang baik. Karena itu pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam tugas kami sehari-hari," tuturnya.
Ia menambahkan, keberadaan Pamobvit tidak hanya bertujuan menjaga aset strategis, tetapi juga mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif serta memperkuat pembangunan daerah.
"Ketika objek vital aman, masyarakat merasa nyaman, investor percaya, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Pada akhirnya manfaatnya akan kembali kepada masyarakat," katanya.
Menjelang akhir pertemuan, cangkir-cangkir kopi di atas meja mulai kosong. Piring gorengan pun tinggal menyisakan beberapa potong. Namun diskusi yang berlangsung hangat siang itu meninggalkan satu pesan penting: bahwa di balik lancarnya berbagai layanan publik dan aktivitas ekonomi, ada personel Pamobvit yang terus bekerja menjaga keamanan objek-objek strategis yang menjadi denyut kehidupan masyarakat.
Bagi AKP Dwi Rosdianto dan jajarannya, tugas menjaga objek vital bukan sekadar menjalankan amanah institusi, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kepercayaan terhadap hadirnya negara di tengah kehidupan mereka.
(Rajo.A/red)
