![]() |
| Ketua Dewan Pembina DPN ASANTARA H. Halius Hosen, SH., MH. memaparkan materi tentang dinamika penegakan hukum dan peran strategis media massa di era digital. |
Padang, MP----- Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Media Online Nusantara (ASANTARA) menggelar dialog khusus bertajuk "Dinamika Penegakan Hukum dan Tantangan Media di Tengah Persoalan Bangsa" sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas organisasi dan meningkatkan wawasan insan pers dalam menghadapi perkembangan hukum dan dinamika informasi.
![]() |
| Suasana dialog interaktif DPN ASANTARA yang diikuti jajaran pengurus dan anggota membahas tantangan media serta penguatan organisasi. |
Kegiatan yang berlangsung pada hari Sabtu tanggal 11 Juli 2026 di Padang tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Umum DPN ASANTARA H. Marlis, MM., C.Med. Dalam sambutannya, Marlis menegaskan bahwa dialog menjadi ruang strategis untuk memperkaya pemahaman pengurus dan anggota mengenai peran media dalam mengawal demokrasi, penegakan hukum, serta kepentingan publik.
"ASANTARA harus menjadi organisasi media yang profesional, solid, dan mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas. Melalui dialog seperti ini, kita memperkuat wawasan sekaligus membangun sinergi antaranggota," ujar Marlis.
Dialog menghadirkan Ketua Dewan Pembina DPN ASANTARA H. Halius Hosen, SH., MH., seorang jaksa senior yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat serta mantan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Halius Hosen mengulas berbagai tantangan penegakan hukum di Indonesia, sekaligus menyoroti posisi strategis media massa sebagai pilar demokrasi yang memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi secara objektif, akurat, dan berimbang.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran DPN ASANTARA bahwa membangun organisasi media tidak cukup hanya dengan semangat sesaat, tetapi membutuhkan komitmen, konsistensi, dan rasa memiliki dari seluruh pengurus maupun anggota.
"Berorganisasi membutuhkan komitmen yang kuat. Apalagi ini organisasi media massa yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan masyarakat. Organisasi hanya akan berkembang apabila seluruh pengurus dan anggota memiliki semangat yang sama untuk menghidupkan dan membesarkannya," tegas Halius Hosen.
Menurutnya, organisasi yang sehat akan melahirkan media-media yang profesional, independen, dan mampu menjaga integritas di tengah derasnya arus informasi digital.
Suasana dialog berlangsung interaktif. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu langsung bersama Ketua Dewan Pembina DPN ASANTARA. Sejumlah pertanyaan disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Zulfadli, ST, Koordinator Bidang Organisasi dan Keanggotaan Zulhelmi Boy, SH., serta Bendahara Umum Mislinda Hayati, S.Ag., S.Pt., MM.
Berbagai isu yang dibahas mencakup dinamika penegakan hukum, independensi pers, etika jurnalistik, penguatan kelembagaan organisasi media, hingga strategi membangun ASANTARA sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPN ASANTARA Darmen Rajo Alam, Sekretaris Jenderal Zulfadli, ST, Bendahara Umum Mislinda Hayati, S.Ag., S.Pt., MM, para koordinator bidang, serta seluruh anggota DPN ASANTARA.
Melalui dialog ini, DPN ASANTARA berharap seluruh pengurus semakin memahami tantangan dunia pers sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun organisasi media yang solid, independen, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
(Red)

