-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Rp20 Miliar Disiapkan, Pemprov Sumbar Segera Perbaiki Jalan Strategis Agam

Senin, 06 Juli 2026 | Juli 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-06T09:35:50Z
Momen foto bersama usai agenda pembahasan peningkatan konektivitas jalan provinsi di Kabupaten Agam.


Padang, MP----- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan penanganan ruas jalan provinsi Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar di Kabupaten Agam segera memasuki tahap pelaksanaan. Untuk mendukung proyek tersebut, Pemprov telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar yang akan digunakan untuk memperbaiki sejumlah titik kerusakan di jalur strategis tersebut.


Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan pekerjaan fisik akan dimulai setelah proses tender selesai sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, pemerintah memahami harapan masyarakat agar ruas jalan yang selama ini mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki, namun seluruh tahapan harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.


"Anggaran sudah tersedia dan proses pengadaan sedang berjalan. Setelah tender selesai, pekerjaan akan segera dimulai sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya," ujar Mahyeldi di Padang, Minggu (5/7/2026).


Ia menjelaskan, dana Rp20 miliar tersebut dibagi dalam dua paket pekerjaan. Paket pertama senilai Rp6 miliar diperuntukkan bagi penanganan ruas Simpang Gudang Manggopoh hingga Lubuk Basung yang kini masih dalam proses tender. Sementara paket kedua senilai Rp14 miliar akan difokuskan untuk memperbaiki ruas yang terdampak longsor dan amblas di kawasan Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, beserta sejumlah titik rawan lainnya.


Sebelum proyek utama dilaksanakan, Pemprov Sumbar melalui UPTD III Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang telah melakukan pemeliharaan rutin berupa penambalan badan jalan serta perbaikan jembatan di kawasan Lubuk Basung guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.


Mahyeldi menuturkan, ruas Simpang Gudang Manggopoh–Padang Luar sepanjang sekitar 69,43 kilometer merupakan salah satu akses vital di Kabupaten Agam. Jalur tersebut menghubungkan Lubuk Basung, Maninjau, Kelok 44, Matur, IV Koto hingga Banuhampu, sehingga memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian daerah.


Menurutnya, kerusakan jalan di kawasan itu dipengaruhi usia infrastruktur, tingginya lalu lintas kendaraan bertonase besar, serta kondisi geografis yang rawan bencana seperti longsor dan amblas.


"Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran. Di beberapa lokasi, kerusakan kembali terjadi akibat bencana alam meski sebelumnya telah diperbaiki," katanya.


Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut agar proses pembangunan berjalan lancar sesuai jadwal. Pemprov menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.

(MP-Sb)

×
Berita Terbaru Update