![]() |
| Respons cepat pengelola SPBU Marapalam. Dua nozzle kembali aktif dan dua operator terlihat melayani konsumen untuk mengurangi antrean kendaraan. |
Padang, MP----- Satu hari setelah pemberitaan mengenai antrean panjang dan keluhan konsumen di SPBU 14.251.522 Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, pihak pengelola bergerak cepat melakukan pembenahan pelayanan.
Nozzle pengisian BBM yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki, sehingga pelayanan kepada konsumen, khususnya pengguna sepeda motor, kembali dilakukan melalui dua nozzle. Perbaikan tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean serta mempercepat proses pengisian bahan bakar di SPBU tersebut.
Ketua Hiswana Migas Sumatera Barat, Ridwan Husen, yang juga disebut sebagai pengelola SPBU 14.251.522 Marapalam, menyampaikan langsung perkembangan tersebut kepada Redaksi MP melalui pesan WhatsApp pada Selasa (7/7/2026).
"Assalamualaikum, selamat siang. Izin sampaikan bahwa penyaluran BBM Pertalite untuk sepeda motor di SPBU Marapalam sudah jalan dua nozzle, di samping itu ada Pertamax," tulis Ridwan.
Sebelumnya, dalam pemberitaan MP, masyarakat mengeluhkan panjangnya antrean kendaraan roda dua akibat pelayanan yang saat itu hanya dilakukan melalui satu operator, sementara dua nozzle lainnya tidak berfungsi. Kondisi tersebut memicu kritik dari sejumlah konsumen yang berharap pelayanan segera dibenahi demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Komitmen yang sebelumnya disampaikan Ridwan Husen untuk segera mengganti komponen pompa yang rusak kini telah direalisasikan. Langkah cepat tersebut menunjukkan adanya respons positif terhadap masukan masyarakat sekaligus bentuk keseriusan pengelola dalam meningkatkan kualitas pelayanan di SPBU Marapalam.
Upaya perbaikan ini patut diapresiasi sebagai wujud tanggung jawab pengelola dalam memenuhi standar pelayanan kepada konsumen. Dalam pelayanan publik, kecepatan merespons keluhan, memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik, serta menyediakan sarana yang memadai merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan kembali beroperasinya dua nozzle pengisian Pertalite, ditambah layanan pengisian Pertamax yang juga tersedia, kapasitas pelayanan diharapkan menjadi lebih optimal sehingga antrean kendaraan dapat diminimalkan, terutama pada jam-jam sibuk.
Masyarakat berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan melalui pengawasan yang berkelanjutan, kesiapan personel di lapangan, serta pemeliharaan fasilitas secara rutin. Dengan demikian, pelayanan di SPBU Marapalam tidak hanya memenuhi kebutuhan distribusi BBM, tetapi juga memberikan kenyamanan dan kepastian pelayanan bagi seluruh konsumen.
Perbaikan yang dilakukan pasca pemberitaan menjadi contoh bahwa komunikasi yang baik antara masyarakat, media, dan pengelola dapat mendorong lahirnya solusi yang konstruktif. Pada akhirnya, yang paling diuntungkan adalah masyarakat sebagai pengguna layanan yang berhak memperoleh pelayanan cepat, aman, dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
(MP)
