-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Gubernur Mahyeldi: Deteksi Dini Jadi Kunci Menekan Angka Kematian Akibat Kanker di Sumbar

Sabtu, 11 Juli 2026 | Juli 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-11T15:22:29Z
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka Simposium Awam Kanker 2026 di Hotel Truntum Padang, Sabtu (11/7/2026).


Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa deteksi dini merupakan strategi paling efektif untuk menekan angka kematian akibat kanker. Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi agar layanan skrining kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.


Penegasan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Simposium Awam Kanker 2026: The Journey of Cancer Survivors yang digelar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Sumatera Barat di Hotel Truntum Padang, Sabtu (11/7/2026).


Menurut Mahyeldi, Sumatera Barat memiliki modal yang kuat untuk mempercepat program deteksi dini kanker. Dukungan jaringan rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, serta perguruan tinggi dinilai menjadi fondasi penting dalam memperluas layanan skrining di seluruh wilayah.


"Deteksi dini melalui skrining memungkinkan kanker ditemukan pada stadium awal, sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih besar," ujar Mahyeldi.


Ia juga menyoroti pelaksanaan program cek kesehatan gratis yang telah diluncurkan pemerintah pusat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, capaian pelaksanaan di Sumbar baru mencapai sekitar 38 persen, sehingga diperlukan langkah percepatan agar manfaat program dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.


Untuk mendukung upaya tersebut, Mahyeldi mendorong sinergi lintas sektor, termasuk optimalisasi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dukungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai sumber pendanaan pelengkap di luar APBD dan pemerintah pusat.


Gubernur menyebut Sumbar saat ini memiliki 78 rumah sakit, sekitar 250 puskesmas, lebih dari 9.000 perawat, dan 1.035 dokter. Seluruh potensi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan deteksi dini kanker.


Selain itu, Mahyeldi meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar menyiapkan penguatan regulasi, mulai dari penerbitan surat edaran hingga penyusunan kebijakan yang dapat mempercepat implementasi gerakan deteksi dini kanker secara berkelanjutan.


Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil Padang, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan simposium tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, organisasi profesi, akademisi, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan, deteksi dini, pengobatan, hingga pendampingan bagi pasien serta penyintas kanker.


Menurutnya, kanker masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di Indonesia. Namun, dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan keluarga dan lingkungan, banyak penyintas kanker mampu menjalani kehidupan yang produktif dan berkualitas.


Ia menambahkan, transformasi layanan kesehatan yang dijalankan Kementerian Kesehatan menempatkan layanan KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi) sebagai salah satu program prioritas nasional, sehingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya skrining harus terus diperluas.


Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Dolly Nurdin Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai forum kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat upaya penanggulangan kanker di Sumatera Barat.


Rangkaian kegiatan meliputi Simposium Awam Kanker yang diikuti 75 peserta, pelatihan manajemen lesi prakanker bagi sekitar 50 dokter spesialis kebidanan, serta seminar manajemen kekuatan otot dasar panggul yang diikuti para bidan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.


Melalui forum tersebut, seluruh pihak berharap kolaborasi dalam pencegahan dan penanganan kanker di Sumatera Barat semakin kuat, sehingga angka kematian akibat penyakit tersebut dapat ditekan melalui deteksi dini, edukasi yang berkelanjutan, dan layanan kesehatan yang semakin berkualitas.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update