![]() |
| Mendagri Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah memperkuat Jembatan Enang-Enang demi menjaga konektivitas masyarakat di Bener Meriah, Aceh. |
Bener Meriah, MP----- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti kebutuhan masyarakat dengan memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sekaligus menjamin kelancaran aktivitas masyarakat.
Menurut Tito Karnavian, penguatan jembatan menjadi solusi jangka pendek agar akses transportasi tetap dapat dimanfaatkan secara aman oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, sembari pemerintah menyiapkan pembangunan infrastruktur yang lebih permanen.
"Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat segera terjawab tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Saya juga mengapresiasi semangat gotong royong warga yang selama ini menjaga agar akses tetap dapat digunakan," ujar Tito Karnavian, Selasa (7/7/2026).
Tito menjelaskan, pemerintah telah menetapkan tiga langkah penanganan yang dilakukan secara paralel. Pertama, memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap berfungsi sebagai jalur penghubung utama masyarakat. Kedua, meningkatkan jalan alternatif Wer Lah melalui pelebaran hingga enam meter, pengaspalan, serta pembangunan dua jembatan permanen yang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun ini.
Untuk pekerjaan jalan alternatif beserta dua jembatan permanen tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Selain itu, pemerintah juga telah merancang pembangunan jembatan bentang panjang sepanjang sekitar 300 meter sebagai solusi jangka panjang. Proyek dengan estimasi anggaran sekitar Rp700 miliar itu direncanakan mulai dikerjakan pada 2027 dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun.
Menurut Tito, kehadiran jembatan baru nantinya tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Bener Meriah, tetapi juga diharapkan menjadi ikon baru kawasan Tanah Gayo yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Enang-Enang yang telah bergotong royong mempertahankan fungsi jembatan di tengah keterbatasan. Semangat kebersamaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
(MP)
