-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Menjaga Benteng Integritas: Kisah Dedikasi Aparatur Payakumbuh yang Menginspirasi Publik

Senin, 27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T05:48:50Z
Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, menegaskan bahwa mengelola pengadaan barang dan jasa bukan sekadar urusan menaati prosedur teknis atau menjalankan anggaran. 


Payakumbuh, MP----- Di tengah kuatnya tuntutan masyarakat akan tata kelola pemerintahan yang bersih dan terpercaya, sebuah kabar menginspirasi lahir dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Payakumbuh. Lewat kerja keras, semangat belajar mandiri, serta komitmen moral yang tinggi, mereka membuktikan bahwa melayani publik dengan jujur dan profesional bukanlah sekadar slogan, melainkan sebuah aksi nyata.


Pemerintah Kota Payakumbuh sukses mencatatkan angka kelulusan fantastis sebesar 92 persen dalam Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) Level I. Kegiatan yang difasilitasi oleh BPSDM Provinsi Sumatera Barat ini berlangsung di Aula BPSDM Sumbar pada 23–24 Juli 2026. Sebanyak 31 dari 34 ASN yang bertarung di ruang ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) resmi dinyatakan kompeten.


Namun, di balik deretan angka pencapaian tersebut, ada pesan mendalam yang patut menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat: tentang kejujuran, semangat tak menyerah, dan dedikasi untuk menjaga uang rakyat.


Integritas Sebagai Nilai Utama Kehidupan


Pengadaan barang dan jasa pemerintah sering kali dipandang sebagai area yang penuh risiko dan tantangan. Namun, di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta, Pemko Payakumbuh justru menjadikan bidang ini sebagai tolok ukur utama integritas daerah.


Kepala BKPSDM Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, menegaskan bahwa mengelola pengadaan barang dan jasa bukan sekadar urusan menaati prosedur teknis atau menjalankan anggaran. Lebih dari itu, ini adalah bentuk pertanggungjawaban moral kepada setiap rupiah uang rakyat.


"Pengadaan barang/jasa bukan hanya soal prosedur, tetapi juga soal integritas, transparansi, dan keberpihakan pada kepentingan publik," tegas Dafrul.


Pesan ini menjadi teladan kuat bagi seluruh lapisan masyarakat—baik aparat, pengusaha, maupun warga biasa—bahwa kejujuran dan kejernihan niat adalah pondasi utama dalam membangun daerah yang maju.


Pelajaran Harapan: Pantang Menyerah dan Mau Belajar


Langkah yang ditempuh para peserta ujian juga membawa inspirasi tersendiri. Sebagaimana dijelaskan oleh Kabid Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur BKPSDM Payakumbuh, Ance Alfiando, para ASN ini tidak hanya mengandalkan pelatihan formal. Mereka secara mandiri menggembleng diri melalui skema Massive Open Online Course (MOOC) dari LKPP.


Bahkan, kesempatan ujian ini juga diambil oleh mereka yang di tahun-tahun sebelumnya pernah mengalami kegagalan. Semangat untuk terus bangkit, belajar dari kegagalan, dan memperbaiki diri ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi siapa saja: bahwa tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan kualitas diri.


"Langkah ini sejalan dengan upaya kita untuk mendorong setiap insan agar terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Hasil kelulusan 92 persen ini adalah buah dari kerja keras mereka," ujar Ance.


Inspirasi untuk Bangsa: Dari Aparat untuk Seluruh Masyarakat


Keberhasilan ini menjadi pengingat bahwa ketika aparatur negara bekerja dengan profesional, transparan, dan akuntabel, dampak positifnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas melalui pembangunan jalan, sekolah, rumah sakit, dan pelayanan publik yang berkualitas tinggi.


Tingkat kelulusan 92 persen ini bukan sekadar piala prestasi internal Pemko Payakumbuh, melainkan sebuah panggilan moral untuk seluruh elemen masyarakat:


Bagi Para Aparatur: Untuk terus menjadi teladan kejujuran dan benteng tata kelola yang bersih.


Bagi Para Pelaku Usaha: Untuk saling bertransaksi secara jujur, efisien, dan bersaing secara sehat.


Bagi Masyarakat Luas: Untuk terus menjaga semangat belajar mandiri, pantang menyerah, dan bergotong-royong mengawasi pembangunan daerah.


Dari Kota Payakumbuh, kita belajar bahwa perubahan besar menuju Indonesia yang bermartabat selalu dimulai dari komitmen kecil untuk jujur dan mau terus memperbaiki diri.

(Idul Fitri/MP)

×
Berita Terbaru Update