![]() |
| Ratusan pelajar mengikuti edukasi literasi keuangan dan Program SimPel yang digelar TPAKD Kabupaten Solok bersama OJK. |
Arosuka, MP----- Pemerintah Kabupaten Solok terus memperkuat budaya literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui Sosialisasi dan Literasi Simpanan Pelajar (SimPel) yang digelar Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah lembaga jasa keuangan di GOR Batu Batupang, Koto Baru.
Kegiatan yang dihadiri ratusan pelajar dari berbagai sekolah tersebut dibuka oleh Bupati Solok yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah, H. Jefrizal, S.Pt., M.T. Turut hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, jajaran Asisten Setda, kepala OPD, perwakilan OJK, lembaga keuangan, serta para guru.
Dalam sambutannya, Jefrizal menegaskan bahwa program SimPel merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menanamkan kebiasaan menabung sejak usia sekolah. Menurutnya, budaya tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang mampu mengelola keuangan secara bijak, memiliki perencanaan finansial yang matang, serta lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara TPAKD, OJK, dan lembaga jasa keuangan dalam memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat sehingga akses terhadap layanan keuangan yang aman dan inklusif semakin meningkat.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, mengajak para pelajar menjadikan kebiasaan menabung sebagai bagian dari pembentukan karakter. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya berkaitan dengan menyimpan uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan sejak dini.
Selain memberikan pemahaman mengenai manfaat Simpanan Pelajar (SimPel), kegiatan ini juga membekali peserta dengan materi tentang literasi keuangan, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, serta dasar-dasar perencanaan investasi sesuai kebutuhan.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Solok, TPAKD, OJK, dan sektor jasa keuangan, program ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus melahirkan generasi muda Kabupaten Solok yang lebih cerdas secara finansial, gemar menabung, dan memiliki kesiapan menghadapi dinamika ekonomi di masa mendatang.
(Buya/red)
