![]() |
| Proses konfirmasi jurnalis ASANTARA terkait informasi pengadaan air gua-gua di RSUP Dr. M. Djamil Padang. |
Padang, MP----- Pengadaan air gua-gua di RSUP Dr. M. Djamil Padang menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan ketidaksesuaian dalam proses penunjuk langsung (PL) pengadaan senilai Rp 1 miliar, termasuk dugaan pengarahan paket kepada salah satu vendor.
Selain persoalan mekanisme pengadaan, informasi yang dihimpun juga menyebut adanya dugaan air yang dipasok pihak ketiga belum melalui uji fungsi oleh Instalasi Gizi selaku pengguna. Persoalan lain yang perlu diklarifikasi menyangkut proses serah terima barang yang disebut belum ditandatangani oleh pejabat yang berwenang.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam ASANTARA (Asosiasi Media Online Nusantara) melakukan penelusuran dan konfirmasi langsung kepada pihak terkait di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Rabu (23/9/2026).
Dalam penelusuran tersebut, wartawan terlebih dahulu menemui Kepala Instalasi Gizi RSUP Dr. M. Djamil Padang, Rita Arni, S.KM., M.Gz., Rd, di ruang kerjanya.
Rita menerima kedatangan wartawan dengan baik. Namun, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat memberikan keterangan langsung kepada media karena adanya SOP internal rumah sakit yang mengatur penyampaian informasi kepada wartawan.
"Maaf, SOP rumah sakit melarang saya menyampaikan keterangan langsung kepada media, kecuali didampingi humas," ujar Rita.
Rita kemudian menghubungi Katherina Welong, Manajer Umum sekaligus Plt. Humas RSUP Dr. M. Djamil Padang. Setelah berkomunikasi melalui telepon, Rita mengarahkan wartawan untuk menyampaikan konfirmasi melalui Bagian Humas.
Di Bagian Humas, wartawan ditemui Fairuz Syauqi, staf foto. Ia menjelaskan bahwa pejabat Humas, Rizki Rasyidi, sedang berada di luar kantor.
Fairuz kemudian menghubungi Rizki melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, kepada jurnalis Rizki meminta agar pertanyaan konfirmasi disampaikan secara tertulis. Menurutnya, mekanisme tersebut diperlukan agar pihak Humas dapat menghimpun informasi dari unit terkait sesuai substansi pertanyaan yang diajukan wartawan.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Darmen Rajo Alam, mewakili para jurnalis yang tergabung dalam ASANTARA, mengirimkan konfirmasi tertulis melalui WhatsApp kepada Rizki Rasyidi pada Rabu (23/9/2026), sekitar pukul 15.20 WIB.
Konfirmasi tersebut memuat lima pertanyaan, antara lain mengenai mekanisme pengadaan, penetapan penyedia, pelaksanaan uji fungsi oleh Instalasi Gizi, proses serah terima barang, serta langkah klarifikasi dan evaluasi pihak rumah sakit terhadap informasi yang beredar.
Namun hingga Kamis (24/9/2026) pukul 10.05 WIB, jawaban tertulis dari pihak Humas RSUP Dr. M. Djamil Padang belum diterima oleh wartawan.
Sementara itu, Katherina Welong ketika dihubungi wartawan melalui sambungan telepon menegaskan bahwa penyampaian informasi kepada media dilakukan melalui satu pintu, yakni Bagian Humas.
"Jadi Bapak tidak bisa langsung ke ruangan nanti ya, informasi disampaikan satu pintu melalui humas," katanya.
Terkait belum diterimanya jawaban atas konfirmasi tertulis yang dikirim sehari sebelumnya, Katherina menjelaskan bahwa pihak Humas masih mempersiapkan jawaban dan menentukan narasumber yang akan memberikan keterangan.
"Tentu disiapkan dulu siapa-siapa narasumbernya, nanti biar humas yang menyampaikan," ujarnya.
Dengan demikian, hingga berita ini disusun, sejumlah pertanyaan mengenai proses pengadaan air gua-gua tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Konfirmasi dan penelusuran tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang, dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut maupun terkait. Dugaan yang muncul dalam informasi awal juga masih memerlukan verifikasi serta penjelasan resmi dari pihak rumah sakit sebelum dapat ditarik pada kesimpulan lebih lanjut.
(TimASANTARA)
