-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Program 3T Jangkau 1.011 Masjid dan Mushala, Pemko Padang Perkuat Gerakan Mengaji untuk Bentuk Generasi Qurani

Sabtu, 25 Juli 2026 | Juli 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-25T05:30:48Z
H. Zul Asfi Lubis, M.Ag., Kabag Kesra Sekdako Padang, memaparkan perkembangan Program Mari Mengaji dan Subuh Mubarokah sebagai program unggulan Pemerintah Kota Padang.


Padang, MP----- Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an melalui implementasi Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) dan Ta'limul Qur'an lil Aulad (TQA) berbasis 3T (Tahsin, Tafsir, dan Tahfizh). Program unggulan yang menjadi bagian dari visi Padang Juara Smart Surau ini telah diterapkan di seluruh 11 kecamatan dan menjangkau 1.011 masjid dan musala.



Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kota Padang, H. Zul Asfi Lubis, M.Ag., saat berbincang dengan wartawan di ruang kerjanya di Balai Kota Padang, Jumat (24/7/2026). Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu program prioritas Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir melalui gerakan Mari Mengaji dan Subuh Mubarokah.


Zul Asfi menjelaskan, kurikulum MDTW/TQA berbasis 3T dirancang untuk membentuk generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur'an dengan baik, tetapi juga memahami kandungan ayat serta menghafalnya secara bertahap sebagai bekal pembentukan akhlak dan karakter.


"Materi pembelajaran difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu Tahsin untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, Tafsir agar peserta didik memahami makna dan pesan Al-Qur'an, serta Tahfizh untuk memperkuat hafalan secara sistematis," jelasnya.


Ia mengatakan, MDTW/TQA menjadi program wajib bagi seluruh peserta didik Muslim jenjang SMP/MTs di Kota Padang. Proses pembelajaran dilaksanakan selama 20 pekan efektif dengan tiga kali pertemuan setiap minggu, yakni Kamis untuk Tahsin, Jumat untuk Tafsir, dan Sabtu untuk Tahfizh.


Materi pembelajaran disusun secara bertahap berdasarkan urutan surah dalam Juz Amma, dimulai dari Surah Al-Fatihah hingga Surah At-Tin. Peserta didik yang mampu menyelesaikan target hafalan wajib setiap pekan juga akan diberikan hafalan tambahan dari Surah Al-Baqarah sesuai target kurikulum.


Untuk mendukung keberhasilan program, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan tenaga pendidik dalam jumlah besar. Zul Asfi menyebutkan, terdapat 1.157 guru yang mengajar pada jenjang SMP, yang dinyatakan lulus setelah melalui proses seleksi dari sekitar 1.600 pendaftar. Sementara itu, pada jenjang SD disiapkan 3.420 guru yang akan mendukung pelaksanaan program pendidikan Al-Qur'an di Kota Padang.


Sebagai bentuk apresiasi terhadap para tenaga pengajar, Pemerintah Kota Padang memberikan honorarium sebesar Rp600 ribu per bulan kepada setiap guru yang terlibat dalam program tersebut.


Menurut Zul Asfi, implementasi kurikulum semester ganjil Tahun Pelajaran 2026/2027 merupakan tahap awal penerapan pembelajaran Al-Qur'an berbasis 3T yang nantinya akan dievaluasi secara menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan kurikulum dalam tiga tahun mendatang.


Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengelola serta guru MDTW/TQA, orang tua, dan masyarakat.


"Harapan kami, melalui sinergi semua pihak akan lahir generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, berkarakter, serta memiliki kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an dengan baik. Itulah tujuan utama program Mari Mengaji dan Smart Surau yang sedang dibangun Pemerintah Kota Padang," tutup Zul Asfi.

(Rajo.A/MP)

×
Berita Terbaru Update