-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Wagub Sumbar Vasco Ruseimy Terima Topi Kesayangan Mak Katik, Simbol Komitmen Lestarikan Budaya Minangkabau

Sabtu, 11 Juli 2026 | Juli 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-11T03:02:08Z
Momen penuh makna saat Wagub Sumbar Vasco Ruseimy menerima topi bersejarah milik Mak Katik, budayawan kebanggaan Ranah Minang.


Padang, MP----- Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, menerima sebuah topi yang memiliki nilai sejarah dan makna mendalam dari budayawan Minangkabau, Mak Katik. Penyerahan topi tersebut menjadi simbol estafet perjuangan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Minangkabau agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


Dalam kesempatan itu, Vasco mengaku merasa terhormat menerima topi yang selama ini identik dengan sosok Mak Katik. Baginya, benda tersebut bukan sekadar penutup kepala, melainkan lambang dedikasi seorang budayawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk memperkenalkan budaya Minangkabau hingga ke berbagai negara.


"Yang paling menyedihkan bukan saat budaya hilang, tetapi saat generasi mudanya tak lagi bangga dengan budayanya sendiri. Hari ini saya mendapat kehormatan menerima topi kesayangan Mak Katik, budayawan kebanggaan Ranah Minang," ujar Vasco.


Menurutnya, topi tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda yang akan menjadi pewaris nilai-nilai adat dan tradisi Minangkabau.


"Bagi sebagian orang ini hanya sebuah topi. Namun bagi saya, ini adalah simbol perjuangan. Topi yang telah menemani beliau membawa budaya Minangkabau hingga ke berbagai negara," katanya.


Vasco menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan terus memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian adat, seni, dan budaya sebagai bagian dari identitas daerah yang harus dijaga bersama.


Ia berharap semangat yang diwariskan para budayawan seperti Mak Katik dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya sendiri, sekaligus menjadi benteng menghadapi derasnya arus globalisasi.


"Semoga warisan budaya ini tidak berhenti di generasi kita, tetapi terus hidup dan dicintai oleh anak cucu kita. Menjaga budaya bukan hanya tugas budayawan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat Minangkabau," tutup Vasco.


Penyerahan topi tersebut menjadi momen penuh makna yang menegaskan pentingnya regenerasi dalam menjaga eksistensi budaya Minangkabau agar tetap lestari dan dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional.

(Sb/mp)

×
Berita Terbaru Update