![]() |
| Ruas jalan yang menjadi lokasi kejadian kecelakaan maut depan SPPG Pekonina |
Solok Selatan, MP----- Keluarga korban kecelakaan maut yang melibatkan mobil tangki BBM dan sepeda motor di Pekonina, Kabupaten Solok Selatan, mengungkap sejumlah hal yang terjadi setelah peristiwa pada Sabtu malam, 15 Agustus 2026.
Adral Fauzi (42), keluarga korban, saat ditemui wartawan di kediamannya di kawasan Simpang Masjid, mengatakan dirinya masih berada di rumah ketika mendapat kabar dari adiknya, Riki, mengenai kecelakaan tersebut.
Ia kemudian langsung menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, Adral melihat adik laki-lakinya telah meninggal dunia di lokasi, sementara adik perempuannya bersama anaknya telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Adral kemudian menunggu kedatangan ambulans untuk membawa jenazah. Setelah ambulans tiba, ia ikut mengantar jenazah ke RSUD Muara Labuh. Di rumah sakit, keluarga korban telah berdatangan dan sejumlah anggota kepolisian juga terlihat berada di lokasi.
Keesokan harinya, Minggu, jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga almarhum adik iparnya. Setelah proses pemakaman selesai, rombongan dari pihak pengemudi mobil tangki BBM datang ke rumah orang tua korban untuk menemui keluarga.
Menurut Adral, setelah melalui pembicaraan antara kedua pihak, keluarga korban dan pihak pengemudi kemudian sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Kesepakatan perdamaian tersebut dilaksanakan di kantor Polres Solok Selatan pada Senin, 24 Agustus 2026.
“Isi perdamaian kami meminta uang duka dan membantu pengobatan,” ujar Adral.
Ia mengatakan, setelah surat perdamaian ditandatangani di hadapan penyidik kepolisian, pada hari yang sama pengemudi dan mobil tangki BBM tersebut dikeluarkan dari kantor polisi.
Adral juga mengungkapkan bahwa lokasi kecelakaan tersebut sebelumnya pernah terjadi kecelakaan lain. Dalam peristiwa terdahulu, seorang pengendara sepeda motor yang berboncengan disebut terjatuh setelah pakaian yang dikenakan terlilit pada jari-jari roda motor. Korban kemudian meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Berkaca dari sejumlah kecelakaan tersebut, keluarga dan masyarakat berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan di kawasan Pekonina. Salah satunya dengan memasang rambu-rambu lalu lintas maupun marka jalan yang memadai.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengingatkan pengendara dan pengemudi untuk mengurangi kecepatan serta meningkatkan kewaspadaan, sehingga kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa tidak kembali terjadi.
(Tim Media ASANTARA)
