![]() |
| Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memotivasi siswa baru SRT 3 Dharmasraya agar berani bermimpi dan meraih masa depan gemilang. |
Dharmasraya, MP----- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah membakar semangat ratusan siswa baru dalam kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya, Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Jumat (31/7/2026).
![]() |
| Mahyeldi mengajak siswa menjadikan pendidikan sebagai jalan menuju kesuksesan dan Indonesia Emas 2045. |
Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua, Mahyeldi menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi maupun latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Ia mengajak seluruh peserta didik membangun tekad kuat melalui pendidikan, kerja keras, doa, dan dukungan keluarga sebagai fondasi menuju masa depan yang lebih baik.
Suasana semakin bersemangat ketika Mahyeldi memimpin yel-yel yang dijawab serempak oleh ratusan siswa. Momen tersebut menjadi simbol komitmen para peserta didik untuk menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh di Sekolah Rakyat.
Dalam arahannya, Mahyeldi mengingatkan bahwa generasi muda Sumatera Barat mewarisi semangat para tokoh nasional seperti Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, dan Tan Malaka. Karena itu, ia meminta para siswa tidak pernah merasa rendah diri dan berani bermimpi menjadi pemimpin bangsa maupun profesional di berbagai bidang.
Gubernur juga mengangkat sejarah perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang turut melintasi wilayah Dharmasraya sebagai warisan nilai patriotisme yang harus terus dijaga oleh generasi muda demi memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk memotivasi siswa, Mahyeldi turut membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia menceritakan ayahnya bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sementara ibunya tetap berusaha membantu ekonomi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik. Pengalaman merantau hingga pernah bekerja sebagai tukang becak menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya hingga dipercaya memimpin Sumatera Barat.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kesuksesan ditentukan oleh kemauan belajar, ketekunan, disiplin, serta kerja keras, bukan oleh kondisi ekonomi keluarga.
Mahyeldi juga menitipkan pesan kepada para guru agar mendidik peserta didik dengan keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan karena pendidikan tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa. Sementara kepada para orang tua, ia mengajak agar terus memberikan perhatian, motivasi, dan doa kepada anak-anak selama menempuh pendidikan.
Ia optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya akan menjadi model pendidikan inklusif di Sumatera Barat. Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan keluarga, sekolah tersebut diyakini mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta menjadi calon pemimpin Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
(Sb/red)

