-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Maigus Nasir: SCF 2026 Jadi Momentum UMKM Padang Naik Kelas

Senin, 31 Agustus 2026 | Agustus 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T00:20:52Z
Maigus Nasir mengapresiasi SCF 2026 sebagai ruang promosi dan pengembangan UMKM Sumatera Barat.


Padang, MP----- Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, di Grand Ballroom Pangeran Beach Hotel, Padang. Ajang yang mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, perbankan, akademisi dan komunitas tersebut dinilai mampu membuka ruang promosi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk ekonomi kreatif Sumatera Barat.


Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengapresiasi penyelenggaraan SCF 2026 yang dinilainya memberikan dampak positif terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.


Menurut Maigus, kegiatan seperti SCF tidak semestinya hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi harus mampu membuka peluang usaha, memperluas jaringan pemasaran serta mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas dan daya saing produknya.


“SCF ini menjadi ruang yang sangat baik bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring dan memperluas akses pasar. Kita berharap momentum seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha,” ujar Maigus saat menghadiri Closing Ceremony SCF 2026, Minggu (30/8/2026).


Ia menegaskan, penguatan ekonomi kreatif dan UMKM sejalan dengan salah satu Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yakni UMKM Naik Kelas.


Maigus menyebut, Pemerintah Kota Padang terus mendorong agar UMKM tidak hanya bertahan dalam skala usaha kecil, tetapi mampu berkembang melalui peningkatan kualitas produk, pemanfaatan teknologi digital, penguatan manajemen usaha serta perluasan jaringan pemasaran.


“Program UMKM Naik Kelas yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Padang harus kita dorong bersama. UMKM harus semakin kuat, produknya semakin berkualitas dan pasarnya semakin luas,” katanya.


Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, akademisi dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.


Karena itu, Maigus berharap sinergi yang telah terbangun melalui SCF 2026 tidak berhenti setelah festival berakhir. Menurutnya, kerja sama lintas sektor harus terus diperkuat agar produk UMKM Sumatera Barat mampu bersaing di tingkat nasional bahkan menembus pasar global.


SCF 2026 sendiri menghadirkan lebih dari 60 UMKM dengan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, wastra, kriya, kerajinan hingga produk kreatif berbasis keberlanjutan. Festival juga diisi dengan business matching, talkshow, lokakarya, edukasi digital, kompetisi serta berbagai pertunjukan seni dan budaya.


Dari sisi transaksi, penjualan langsung selama tiga hari tercatat sementara mencapai sekitar Rp917,76 juta, sedangkan penjualan daring sepanjang Agustus hingga pelaksanaan SCF mencapai sekitar Rp1,337 miliar. Selain itu, terdapat komitmen bisnis dari buyer Taiwan senilai sekitar Rp490,8 juta, sehingga total transaksi dan komitmen bisnis sementara mencapai sekitar Rp2,74 miliar.


Capaian tersebut menunjukkan bahwa festival ekonomi kreatif tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi mulai membuka peluang konkret bagi UMKM Sumatera Barat untuk memperluas pasar.


Maigus berharap capaian SCF 2026 menjadi pemacu bagi pelaku UMKM di Kota Padang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas usaha.


“Yang paling penting adalah bagaimana setelah kegiatan ini UMKM kita terus bergerak, naik kelas dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas. Pemerintah tentu akan terus mendorong dan memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkasnya.

(Pd/red)

×
Berita Terbaru Update