![]() |
| Kekompakan peserta menjadi kunci menaklukkan tantangan panjat pinang. |
Palembang, MP----- Festival Panjat Pinang Sumatera Ekspres 2026 tidak sekadar menghadirkan kemeriahan dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Di balik perlombaan tersebut, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong dan pelestarian permainan rakyat di tengah kehidupan masyarakat.
![]() |
| Peserta berjuang bersama menaklukkan pohon pinang dalam suasana penuh kemeriahan. |
Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., saat membuka Festival Panjat Pinang Sumatera Ekspres 2026 di Venue Voli Pantai, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Minggu (30/8/2026).
Edward menilai panjat pinang merupakan salah satu permainan rakyat yang memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat dalam momentum kemerdekaan, tetapi juga mengajarkan arti penting kerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Menurutnya, peserta tidak mungkin mencapai puncak pohon pinang jika hanya mengandalkan kekuatan seorang diri. Setiap anggota kelompok memiliki tugas dan posisi yang saling melengkapi.
“Panjat pinang mengajarkan kepada kita bahwa untuk mencapai sebuah tujuan, tidak ada yang dapat dilakukan seorang diri. Ada yang menjadi pijakan, ada yang menopang, ada yang menjaga keseimbangan, dan ada yang berjuang mencapai puncak. Semua mempunyai peran,” ujar Edward.
Ia menegaskan, filosofi sederhana dalam permainan panjat pinang tersebut sejatinya menggambarkan karakter kehidupan bermasyarakat. Keberhasilan sebuah kelompok sangat ditentukan oleh kemampuan setiap orang untuk bekerja sama, saling membantu dan mengesampingkan kepentingan pribadi.
Nilai gotong royong, lanjutnya, merupakan salah satu kekuatan sosial yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, permainan rakyat seperti panjat pinang dinilai penting untuk terus dilestarikan agar tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.
“Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga. Masing-masing orang memiliki peran dan kontribusi dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.
Festival Panjat Pinang Sumatera Ekspres 2026 pun menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kegembiraan sekaligus menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat dengan nilai kebersamaan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda hiburan tahunan. Lebih dari itu, festival menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai persaudaraan, sportivitas dan gotong royong kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Di tengah kehidupan modern yang semakin individualistis, pesan yang terkandung dalam panjat pinang menjadi semakin relevan: puncak keberhasilan akan lebih mudah dicapai ketika setiap orang mau menjadi pijakan, menopang dan berjuang bersama.
(Ss/red)

