-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Prabowo Dorong Kolaborasi Peraih Nobel untuk Perkuat Riset dan Inovasi Indonesia

Sabtu, 29 Agustus 2026 | Agustus 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-28T23:40:39Z
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta bersama 20 penerima Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Jakarta, MP----- Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta bersama 20 penerima Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan kedua negara sekaligus peluang kolaborasi keilmuan dengan peneliti dan akademisi Indonesia.


Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, kehadiran para penerima Nobel dari berbagai disiplin ilmu membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Bidang yang dapat dikembangkan antara lain biologi, fisika, serta sejumlah cabang keilmuan lainnya.


Menurut Fadli, keberagaman latar belakang keilmuan para penerima Nobel menjadi modal penting untuk mengeksplorasi berbagai potensi kerja sama dengan Indonesia.


Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menambahkan, Presiden Prabowo mendorong agar peluang kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi segera diwujudkan dalam kerja sama konkret.


Arif menyebut BRIN sebelumnya telah menjalankan kolaborasi dengan peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa, dalam pengembangan Metal-Organic Framework (MOF). Kerja sama itu diwujudkan melalui pembangunan sister lab di Indonesia yang diarahkan pada pengembangan teknologi terkait gas alam.


Selain penguatan riset, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap pengembangan inovasi teknologi untuk menghadapi risiko bencana. Indonesia yang berada di kawasan ring of fire memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam.


Karena itu, BRIN didorong untuk menghasilkan kajian dan inovasi yang mampu memperkuat upaya mitigasi, antisipasi, serta penanganan bencana.


Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, ilmuwan internasional, peneliti, dan akademisi dalam membangun ekosistem riset Indonesia yang lebih kuat serta menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

(Ns/MP)

×
Berita Terbaru Update