-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Renungan Suci di Palembang, Kobarkan Kembali Semangat Perjuangan Para Pahlawan

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T23:43:47Z
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang.


Palembang, MP----- Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Ksetra Siguntang, Palembang, saat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci, Minggu (16/8/2026) malam.


Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya, unsur Forkopimda, serta 81 anggota Pramuka yang membawa obor.


Rangkaian renungan berlangsung dalam suasana hening dan penuh penghormatan. Penyalaan obor induk serta doa bersama menjadi bagian penting dari prosesi untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.


Apel Kehormatan dan Renungan Suci tidak sekadar menjadi ritual menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi generasi penerus agar tidak melupakan nilai perjuangan yang dibangun dengan keberanian, persatuan dan keikhlasan.


Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa semangat para pahlawan harus terus dihidupkan melalui pengabdian nyata.


“Nilai keberanian, keikhlasan, persatuan dan cinta Tanah Air yang diwariskan para pahlawan harus menjadi semangat bagi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pengabdian terbaik,” tegasnya.


Menurutnya, penghormatan terhadap pahlawan tidak berhenti pada kegiatan mengenang sejarah. Nilai-nilai perjuangan tersebut harus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.


“Menghormati pahlawan bukan hanya dengan mengenang, tetapi juga meneruskan nilai perjuangan mereka melalui tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” lanjut Nandang.


Kehadiran 81 pembawa obor dari kalangan Pramuka turut memberikan makna tersendiri. Generasi muda ditempatkan sebagai bagian penting dari estafet perjuangan bangsa, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu harus dijaga dan diisi dengan kontribusi positif.


Dari TMP Ksatria Ksetra Siguntang, pesan perjuangan kembali ditegaskan: kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus dijaga melalui persatuan, pengabdian dan kecintaan kepada Tanah Air.

(Sm/MP)

×
Berita Terbaru Update