-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

TNI Habema Salurkan 2 Ton Bantuan ke Wilayah Terpencil Puncak Papua

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-04T02:54:41Z
Prajurit Koops TNI Habema memikul bantuan logistik melintasi medan pegunungan ekstrem menuju wilayah terpencil di Kabupaten Puncak, Papua.


Puncak, MP----- Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil menuntaskan misi kemanusiaan dengan menyalurkan sekitar 2 ton bantuan logistik kepada masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Papua, setelah menempuh perjalanan berat selama 12 hari melintasi pegunungan ekstrem.

Misi kemanusiaan TNI Habema berhasil menyalurkan 2 ton bantuan bagi warga terdampak kekeringan dan krisis pangan di Kabupaten Puncak.


Distribusi bantuan dilakukan setelah pesawat hanya dapat menurunkan logistik di titik yang berjarak sekitar 120 kilometer dari lokasi tujuan akibat keterbatasan area pendaratan. Selanjutnya, prajurit TNI memikul seluruh bantuan dengan berjalan kaki melewati lereng curam, lembah, sungai, serta jalur pegunungan di tengah cuaca yang tidak menentu.


Selama perjalanan, personel juga menghadapi kabut tebal, hujan, dan suhu pegunungan yang mencapai minus 3 derajat Celsius. Kondisi tersebut memaksa prajurit membangun tempat peristirahatan sementara di kawasan lereng gunung dan hutan sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju tiga distrik sasaran.


Bantuan yang berhasil disalurkan meliputi beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi bagi bayi dan anak-anak, serta obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.


Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., menyatakan keberhasilan operasi tersebut menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat di wilayah terpencil, meski harus menghadapi tantangan alam yang sangat berat.


Apresiasi juga disampaikan Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, S.Sos. Ia mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, ketiga distrik tersebut mengalami kekeringan dan krisis pangan sejak Juni 2026 akibat cuaca ekstrem berkepanjangan yang menyebabkan hasil panen menurun dan persediaan bahan pangan semakin terbatas.

(puspen/red)

×
Berita Terbaru Update