-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

CYBEREX SGS 2026 Perkuat Pertahanan Siber Multinasional

Senin, 07 September 2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T00:32:27Z
Sebanyak 13 negara terlibat dalam rangkaian CYBEREX SGS 2026, termasuk tiga negara sebagai observer.


Jakarta, MP----- Ancaman terhadap infrastruktur digital kritis menjadi perhatian dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) ke-V Tahun 2026. Melalui latihan Cyber Exercise (CYBEREX) SGS 2026, Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama sejumlah negara mitra menguji kemampuan pertahanan siber dalam menghadapi berbagai skenario ancaman di ruang digital.


CYBEREX SGS 2026 dirancang untuk meningkatkan kemampuan tempur siber gabungan atau Joint Cybersecurity Warfighting Capabilities. Latihan ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis, tetapi juga menguji koordinasi, interoperabilitas, serta kemampuan peserta dalam membangun respons terpadu terhadap ancaman siber yang berpotensi mengganggu infrastruktur digital kritis.


Sebanyak 13 negara terlibat dalam kegiatan tersebut. Negara peserta meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Singapura, Australia, Selandia Baru, Belanda, Korea Selatan, India, Inggris, dan Kanada. Sementara Laos, Italia, serta Brunei Darussalam berpartisipasi sebagai negara observer.


Rangkaian CYBEREX 2026 diawali dengan sesi akademik yang memberikan pembekalan kepada peserta mengenai sejumlah prosedur dan teknik pertahanan siber. Salah satu materi yang diberikan adalah Multinational Force Standard Operating Procedure (MNF SOP) Network Enumeration.


Pembekalan tersebut menjadi fondasi bagi peserta sebelum memasuki tahap skenario dan manuver latihan. Melalui simulasi yang disiapkan, para peserta dituntut menerapkan prosedur secara terkoordinasi sekaligus menguji kemampuan masing-masing unsur dalam merespons berbagai bentuk gangguan dan ancaman di lingkungan siber.


Pelaksanaan CYBEREX 2026 sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat interoperabilitas antara TNI dan negara-negara mitra. Kesamaan prosedur, pola komunikasi, serta kemampuan berbagi informasi menjadi bagian penting dalam membangun respons pertahanan yang efektif ketika menghadapi ancaman siber lintas negara.


Latihan ini menegaskan bahwa pertahanan di era modern tidak lagi hanya bertumpu pada kemampuan konvensional. Ruang siber telah menjadi salah satu domain strategis yang membutuhkan kesiapan personel, teknologi, prosedur operasi, serta kerja sama internasional yang semakin erat.


Melalui CYBEREX SGS 2026, TNI dan negara mitra berupaya membangun kesiapan bersama menghadapi dinamika ancaman siber sekaligus memperkuat fondasi kerja sama pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.

(Puspen/red)

×
Berita Terbaru Update