![]() |
| Komisi VI mendorong Bali mengembangkan wisata kesehatan dan beauty tourism. |
Bali, MP----- Komisi VI DPR RI mendorong penguatan sinergi antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memperkuat ekosistem pariwisata Bali sekaligus memperluas pemerataan manfaat ekonomi hingga ke berbagai wilayah.
Dorongan tersebut disampaikan Komisi VI saat melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bali, Jumat (4/9/2026). Dalam kunjungan itu, DPR meninjau langsung berbagai aspek pendukung pariwisata, mulai dari konektivitas, logistik, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengatakan Bali memiliki posisi strategis sebagai salah satu wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Namun, pengembangan sektor pariwisata di Pulau Dewata dinilai masih terlalu terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan.
“Bali ini memang jadi mukanya Indonesia, bahkan mendunia. Tetapi masih punya masalah besar, salah satunya adalah berpusat di Bali Selatan. Padahal Bali Barat, Timur, Utara itu juga potensinya besar sekali,” ujar Anggia.
Menurut dia, pengembangan destinasi di Bali Barat, Timur, dan Utara perlu terus didorong agar aktivitas pariwisata tidak hanya terkonsentrasi pada satu kawasan. Pemerataan tersebut dinilai penting untuk membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Yang kemudian kita minta dalam hal ini untuk mengembangkan, mengarah ke sana supaya terurai,” katanya.
Komisi VI juga menaruh perhatian pada peluang Bali untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kesehatan dan beauty tourism. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sektor baru yang memperkuat daya saing pariwisata Indonesia, terutama jika ditopang layanan berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif.
Pengembangan wisata kesehatan dan kecantikan diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi terintegrasi dengan ekosistem BUMN melalui penguatan konektivitas, layanan, logistik, serta digitalisasi.
Dengan sinergi tersebut, Komisi VI berharap Bali tidak hanya menjadi destinasi wisata internasional, tetapi juga mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah, sehingga manfaat pariwisata dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan UMKM.
(DP/Red)
