-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Mahyeldi: Masjid dan Literasi Keuangan Harus Jadi Bekal Generasi Menuju Indonesia Emas

Sabtu, 05 September 2026 | September 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T02:35:58Z
Mahyeldi memberikan arahan kepada peserta Nagari Mabit Chapter 2 yang digelar Bank Nagari.


Padang, MP----- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter keagamaan, kemampuan mengelola keuangan, serta kedekatan dengan masjid.


Menurut Mahyeldi, pembinaan generasi muda harus dilakukan secara menyeluruh karena mereka merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah bangsa menuju Indonesia Emas 2045.


Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Nagari Mabit Chapter 2 bertajuk “Muda Berwakaf dan Spirit Haji Muda” yang digelar Bank Nagari di Aula Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Jumat (4/9/2026) malam.


Mahyeldi mengapresiasi konsistensi Bank Nagari menghadirkan kegiatan yang memadukan pembinaan keagamaan dengan edukasi bagi pelajar. Ia menilai kegiatan seperti Nagari Mabit memiliki nilai strategis karena memberikan ruang kepada siswa untuk memperoleh pengalaman sekaligus pengetahuan yang relevan dengan kehidupan mereka.


“Ini sesuatu yang luar biasa. Banyak hal yang ingin dihadirkan kepada adik-adik kita, siswa-siswi yang ada di Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.


Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah literasi keuangan. Peserta dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, perbankan syariah hingga konsep keuangan syariah.


Mahyeldi menilai pengetahuan tersebut penting diberikan sejak usia muda agar generasi mendatang memiliki kecakapan dalam mengambil keputusan finansial dan memahami berbagai instrumen keuangan secara bijak.


Di sisi lain, pemilihan masjid sebagai pusat kegiatan dinilai memiliki pesan pembinaan yang tidak kalah penting. Menurut Mahyeldi, membiasakan anak-anak muda berada di lingkungan masjid dapat memperkuat hubungan mereka dengan rumah ibadah sekaligus membangun karakter positif.


“Dengan mereka terbiasa ke masjid dan ada kegiatan Nagari Camp di masjid ini, mudah-mudahan hati mereka terpaut dengan masjid,” katanya.


Ia menegaskan masjid di Sumatera Barat memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga dapat menjadi ruang pendidikan, pembinaan sosial, penguatan budaya, serta tempat berkumpulnya generasi muda dalam kegiatan yang positif.


Karena itu, Mahyeldi mendorong agar masjid terus dihidupkan dengan berbagai aktivitas yang mampu menarik minat generasi muda. Lingkungan yang positif, menurutnya, menjadi bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada anak-anak dari berbagai pengaruh yang dapat mengancam masa depan.


Mahyeldi mengingatkan bahwa investasi terbesar sebuah daerah bukan semata pembangunan fisik, melainkan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.


“Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang. Merekalah nanti yang akan menjadi penentu Indonesia Emas 2045,” tegasnya.


Ia berharap Nagari Mabit tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi salah satu model pembinaan generasi muda yang berkelanjutan di Sumatera Barat.


Melalui perpaduan pendidikan agama, literasi keuangan dan aktivitas positif di masjid, Mahyeldi berharap lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, mandiri, cerdas dalam mengelola keuangan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan keagamaan.


“Semestinya kita memberikan perhatian dan pembekalan-pembekalan untuk menguatkan mereka, sekaligus memberikan perlindungan kepada mereka dari hal-hal yang akan membahayakan masa depan,” tuturnya.

(Sb/MP)

×
Berita Terbaru Update