![]() |
| Fuad Prima Putra menjelaskan strategi Pegadaian Terandam memperluas program menabung emas kepada masyarakat. |
Padang, MP----- Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus dilakukan Kantor Cabang Pegadaian Terandam, Kota Padang. Tidak hanya menyasar masyarakat umum dan generasi muda di lingkungan perguruan tinggi, Pegadaian juga memperluas jangkauan edukasi melalui kolaborasi dengan perbankan, salah satunya Bank BRI.
Kepala Cabang Kantor Pegadaian Terandam, Fuad Prima Putra, SH, MH, saat ditemui wartawan Momen Pembaruan di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026), mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pegadaian memperkenalkan manfaat menabung emas kepada masyarakat secara lebih luas.
Menurut Fuad, Pegadaian terus mendorong semangat “Meng-Emaskan Indonesia” dengan mengajak masyarakat menjadikan emas sebagai salah satu pilihan untuk membangun aset dan mempersiapkan masa depan secara bertahap.
“Sekarang kita tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor. Kita juga melakukan pendekatan secara langsung kepada masyarakat untuk memperkenalkan program menabung emas. Salah satunya melalui kerja sama dengan Bank BRI,” ujar Fuad.
Melalui kerja sama tersebut, Pegadaian Terandam berupaya merangkul nasabah Bank BRI agar memiliki alternatif dalam mengelola dan mengembangkan aset. Edukasi dilakukan secara langsung, termasuk dengan mendatangi rumah-rumah nasabah untuk memperkenalkan program menabung emas di Pegadaian.
Pendekatan langsung tersebut dinilai penting karena masih terdapat masyarakat yang belum memahami bahwa untuk mulai memiliki emas sebagai aset tidak selalu harus membeli emas fisik dalam jumlah besar.
“Kita memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa menabung emas dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Kita datang langsung, termasuk ke rumah-rumah nasabah, untuk menjelaskan bagaimana program ini dan bagaimana manfaatnya untuk persiapan masa depan,” jelasnya.
Mendekatkan Layanan kepada Masyarakat
Menurut Fuad, sinergi dengan Bank BRI menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan Pegadaian. Nasabah yang selama ini telah mendapatkan layanan perbankan juga diberikan informasi mengenai pilihan pengelolaan aset melalui tabungan emas.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat pendekatan Pegadaian yang tidak semata-mata berorientasi pada layanan di kantor, tetapi juga aktif hadir di tengah masyarakat.
Dengan pendekatan jemput bola, masyarakat dapat memperoleh penjelasan secara lebih mudah mengenai mekanisme, manfaat, serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menabung emas.
Fuad menegaskan, edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren investasi, tetapi memahami tujuan dan kemampuan keuangannya.
“Prinsipnya kita mengedukasi. Masyarakat harus memahami terlebih dahulu, kemudian menentukan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing,” katanya.
Generasi Muda Jadi Sasaran Strategis
Selain memperluas kerja sama dengan perbankan, Pegadaian Terandam juga memprospek generasi muda, khususnya mahasiswa di perguruan tinggi, untuk mulai mengenal budaya menabung dan investasi sejak dini.
Fuad melihat mahasiswa sebagai kelompok yang penting diberikan literasi keuangan karena mereka berada pada fase mempersiapkan diri menuju dunia kerja dan kehidupan mandiri.
Menurutnya, kebiasaan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung dapat menjadi modal awal membangun kemandirian finansial. Tidak harus dimulai dengan jumlah besar, tetapi yang terpenting adalah konsistensi.
“Generasi muda harus mulai berpikir tentang masa depan. Jangan sampai seluruh uang yang dimiliki hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Sebagian bisa disisihkan untuk membangun aset,” tuturnya.
Program menabung emas, lanjutnya, dapat menjadi salah satu sarana untuk membangun kebiasaan tersebut. Dengan dilakukan secara rutin, sedikit demi sedikit masyarakat dapat mengumpulkan aset emas untuk tujuan finansial jangka menengah maupun jangka panjang.
Membangun Aset untuk Masa Depan
Fuad menjelaskan, semangat “Meng-Emaskan Indonesia” yang terus digaungkan Pegadaian pada dasarnya ingin mendorong masyarakat agar semakin dekat dengan emas sebagai salah satu instrumen untuk membangun aset.
Di tengah kebutuhan hidup yang terus berkembang, masyarakat membutuhkan perencanaan keuangan yang matang. Kebiasaan menabung menjadi salah satu fondasi penting untuk menghadapi kebutuhan di masa mendatang.
Karena itu, Pegadaian Terandam tidak hanya melakukan sosialisasi di kantor, tetapi berusaha mendekatkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kanal dan kerja sama.
Kolaborasi dengan Bank BRI, termasuk pendekatan langsung kepada nasabah, menjadi bagian dari strategi tersebut. Sementara lingkungan perguruan tinggi menjadi ruang penting untuk menanamkan kebiasaan menabung kepada generasi muda.
Fuad berharap, semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya membangun aset sejak dini.
“Harapan kita masyarakat semakin sadar bahwa masa depan perlu dipersiapkan. Menabung emas dapat menjadi salah satu pilihan. Mulailah sesuai kemampuan, dilakukan secara rutin dan disiplin,” pungkasnya.
Dengan memperluas edukasi dari kantor hingga ke rumah-rumah masyarakat dan lingkungan kampus, Pegadaian Terandam berupaya menjadikan budaya menabung emas semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bagi generasi muda, kebiasaan tersebut bukan sekadar menyimpan emas, melainkan bagian dari proses belajar mengelola keuangan. Sementara bagi masyarakat secara umum, menabung emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun aset secara bertahap dan mempersiapkan kebutuhan masa depan dengan lebih terencana.
(Rj.alam/MP)
