-->

Notification

×

Iklan

Iklan Display

Pacu Kesejahteraan Masyarakat dan Maksimalkan Potensi Daerah, Pemnag Salido Kebut Sejumlah Infrastruktur Strategis di 2026

Selasa, 08 September 2026 | September 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T05:53:10Z
Wali Nagari Salido
Roni Marta Gusrianto.


Painan, MP----- Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, terus berbenah dalam memacu pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Wali Nagari Salido, Roni Marta Gusrianto, mengungkapkan bahwa nagari yang dipimpinnya memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang harus diselesaikan melalui langkah-langkah pembangunan yang tepat dan berkelanjutan.


Dalam keterangannya, Roni Marta Gusrianto memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur strategis yang direalisasikan pada tahun 2026. Langkah ini mencakup penanganan irigasi, sarana transportasi, hingga sanitasi dasar bagi warga kurang mampu.


Fokus Pembangunan Infrastruktur 2026


Untuk menunjang sektor pertanian dan pencegahan bencana pesisir, sejumlah proyek prioritas dijalankan di Nagari Salido:


Sektor Irigasi dan Pengairan:


Normalisasi Embung Lubuk Agung: Perbaikan dan normalisasi embung Salido dikerjakan oleh penyedia jasa PT Vandy Karya guna menjamin ketersediaan air.


Irigasi Tanah: Pembangunan irigasi tanah dipusatkan pada Kelompok Tani Pincuran Tarok Salido untuk menunjang produktivitas lahan pertanian warga.


Perbaikan Pintu Muara Salido: Peningkatan fungsi pintu muara direalisasikan melalui dana operasional dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V.


Optimalisasi Bandar Tersier: Pembangunan dan optimalisasi jalan air/bandar tersier sepanjang 500 meter dialokasikan menggunakan dana nagari sebesar Rp400 juta.


Infrastruktur Jalan Nagari:


Pembangunan jalan cor sepanjang 40 meter dengan lebar 3 meter yang dibiayai langsung melalui Dana Nagari guna meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas ekonomi warga.


Bantuan Sanitasi Layak bagi Warga Kurang Mampu:


Pemerintah Nagari Salido memprioritaskan peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin dengan membangun fasilitas sanitasi berupa WC keluarga.


Bantuan ini disalurkan masing-masing 1 unit per kampung dengan nilai anggaran Rp3 juta per unit yang bersumber dari Dana Pemerintah Nagari. Adapun kampung penerima manfaat tersebut meliputi:

Kampung Balai Lamo

Kampung Laban

Kampung Luar Salido

Kampung Koto

Kampung Pasar Salido


"Pembangunan ini kami tujukan langsung untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, baik dari segi penguatan sarana pertanian maupun sanitasi bagi warga yang tidak mampu," ujar Wali Nagari Salido, Roni Marta Gusrianto.


Sekilas Profil & Potensi Unggulan Nagari Salido


Lebih jauh dijelaskannya, Nagari Salido merupakan salah satu nagari bersejarah dan strategis di Kecamatan IV Jurai yang berjarak sangat dekat dengan pusat ibu kota Kabupaten Pesisir Selatan (Painan). Secara historis, Salido dikenal luas sejak zaman kolonial karena memiliki jejak tambang emas tertua di Sumatra.


Dengan luas wilayah ±11,90 km², Nagari Salido berbatasan langsung dengan Nagari Tambang/Kecamatan Bayang di sebelah Utara, Nagari Painan di Selatan, perbukitan Bukit Barisan/Nagari Salido Sari Bulan di Timur, serta Samudra Hindia di sebelah Barat.


Saat ini, Nagari Salido berkembang menjadi kawasan pemukiman, sentra ekonomi rakyat, dan perikanan yang dinamis dengan ditopang oleh tiga sektor unggulan utama:


Potensi Pertanian & Perkebunan: Didukung lahan aluvial yang subur untuk persawahan padi sawah, serta tanaman perkebunan seperti kelapa, kakao, dan hortikultura yang terintegrasi dengan peternakan sapi dan kambing.


Potensi Laut & Perikanan: Garis pantai yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menjadi mata pencaharian nelayan tradisional untuk komoditas tongkol, tenggiri, udang, dan ikan karang, serta potensi industri olahan ikan asin dan kuliner pesisir.


Potensi Pariwisata, Wisata Alam & Mangrove: Keindahan Pantai Salido, ekosistem vegetasi mangrove di muara sungai yang berpotensi sebagai objek Ekowisata Mangrove, pemandangan agrowisata perbukitan, serta jejak sejarah tambang emas masa kolonial Minangkabau.


Melalui integrasi antara pemanfaatan potensi daerah dan percepatan pembangunan infrastruktur fisik, Pemerintah Nagari Salido optimistis dapat mendorong taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.


( Idul Fitri/MP)

×
Berita Terbaru Update